Sekarang profesi SEO Writer banyak dilirik orang, apalagi anak muda yang suka nulis, pengen kerja fleksibel, dan freelance. Cuma modal laptop dan internet saja sudah bisa dapat cuan. Tapi masih banyak yang ngaku paham SEO padahal istilah dasar yang sering dipakai saja belum paham.
Di dunia SEO writing itu bukan cuma bisa bikin artikel panjang. Kamu juga harus mengerti cara kerja SEO. Sebelum masuk lebih jauh ke dunia SEO writing, ada beberapa istilah penting yang wajib banget kamu pahami dulu.
Baca juga: Penjelasan dan prospek karir SEO Content Writer
Istilah yang Sering Dipakai SEO Writer
Beberapa istilah ini akan sering kamu dengar ketika kerja jadi content writer. Banyak istilah yang terdengar ribet, tapi sebenarnya konsepnya tuh simpel. Semakin paham istilah SEO, semakin gampang juga bikin artikel yang enak dibaca dan berpotensi masuk halaman pertama Google. Yuk kenalan dulu sama istilah SEO Writer yang paling sering dipakai berikut ini:
1. Keyword
Keyword adalah kata yang diketik orang di Google, misalnya “cara jadi content writer”. Tanpa keyword, artikel kamu bakal susah ditemukan karena keyword yang menjadi pondasi utama dalam artikel.

2. Search Intent
Search intent adalah tujuan seseorang saat browsing di Google. Ada yang cari informasi, mau beli produk, atau cuma kepo. Search intent ini wajib untuk dipahami supaya artikel bisa lebih sesuai dengan keinginan pembaca.
3. SERP
SERP adalah halaman hasil pencarian Google. Kalau artikel kamu muncul di halaman pertama, peluang untuk dibaca orang jauh lebih besar.
4. Organic Traffic
Pengunjung yang datang tanpa iklan dari hasil pencarian Google. Biasanya hal ini yang jadi salah satu tujuan utama dari SEO.
5. Meta Description
Teks singkat yang ada di bawah judul artikel saat muncul di Google untuk membuat orang tertarik klik artikel kamu.
6. Backlink
Link dari website lain yang mengarah ke website kamu. Semakin bagus backlink-nya, bisa bantu untuk meningkatkan kepercayaan Google.

7. Heading
Fungsinya agar artikel lebih rapi dan gampang dibaca. Heading adalah struktur judul dalam artikel seperti H1 untuk judul utama, H2 untuk subjudul, dan H3 untuk poin penjelasan.
8. Search Volume
Dipakai untuk menentukan keyword yang potensial setiap bulannya. Semakin tinggi volumenya, persaingan keyword juga makin ketat.
9. Internal Link
Internal link adalah link yang mengarah ke artikel lain dalam website yang sama. Teknik ini bagus buat SEO dan bikin pembaca lebih lama stay di website.
10. CTR (Click Through Rate)
CTR adalah persentase orang yang ngeklik artikel kamu setelah muncul di Google. Semakin menarik judul dan meta description, biasanya CTR makin tinggi.

Baca juga: Website Sepi Pengunjung? Penyebab dan Cara Optimasi
Kalau mau serius jadi SEO Writer, jangan cuma modal bisa nulis doang. Kamu juga wajib ngerti istilah SEO dasar agar tidak bingung saat riset keyword, optimasi artikel, atau ngobrol sama klien.
Semakin sering belajar dan praktik, skill SEO writing kamu akan semakin berkembang. Jadi, jangan malas upgrade ilmu kalau mau jadi content writer yang dicari banyak klien. Kalau kamu serius ingin belajar SEO content writing, yuk gabung program pelatihan di Digibos. Cocok buat pemula, freelancer, atau yang ingin upgrade skill dan mulai karier di dunia digital.