Digital Marketing 28 July 2026

Apa Itu Email Marketing dan Cara Kerjanya

Ditulis oleh Annisa Sasca
9 Menit Baca

Pernahkah kamu menerima email berisi promo menarik, rekomendasi produk yang sesuai dengan kebutuhanmu, atau ucapan ulang tahun dari sebuah brand? Mungkin hal itu terlihat sederhana, tetapi di balik email tersebut ada strategi pemasaran yang sudah terbukti mampu dalam meningkatkan penjualan dan membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan.

Lalu, apa itu email marketing sebenarnya? Apakah strategi ini masih efektif di tengah maraknya media sosial, iklan digital, dan platform pesan yang lebih instan? Faktanya, ada banyak bisnis justru masih mengandalkan email marketing karena mampu menjangkau pelanggan secara lebih personal, terukur, dan memiliki potensi konversi yang tinggi.

Apa Itu Email Marketing?

Sebenarnya, apa itu email marketing yang masih banyak digunakan hingga sekarang? Singkatnya, email marketing adalah sebuah strategi pemasaran digital yang memakai media email untuk mengirim pesan promosi, penawaran produk, atau informasi penting kepada pelanggan maupun calon pelanggan.

Misalnya, seperti informasi produk, promosi, penawaran menarik dan sejenisnya. Email marketing ini memiliki dua jenis, yaitu:

  • Promotional: jenis email marketing yang memiliki isi tulisan promosi. Contohnya: diskon akhir bulan, diskon hari raya, diskon hari besar, dan lain sebagainya.
  • Informational: jenis email marketing ini memiliki tujuan untuk memberikan informasi kepada pelanggan atau calon pelanggan. Contohnya: informasi produk terbaru, informasi layanan terbaru, dan lain sebagainya.

Jenis-jenis Umum Email Marketing

jenis email marketing

Setelah mengetahui apa itu email marketing dan sampai saat ini masih tetap digunakan dalam strategi pemasaran. Perlu diketahui bahwa, setiap jenis email marketing memiliki tujuan yang berbeda. 

Ada yang digunakan untuk membangun hubungan dengan pelanggan, meningkatkan penjualan, hingga memperkenalkan bisnis kepada calon pelanggan baru. Berikut ini beberepa jenis email marketing yang paling sering digunakan.

Newsletter

Newsletter merupakan email yang dikirim secara rutin kepada pelanggan atau subscriber untuk memberikan informasi yang relevan dan bermanfaat. Tujuan utama dari newsletter ini bukan langsung menjual produk, melainkan menjaga hubungan dengan audiens agar mereka tetap mengenal dan mengingat brand.

Isi dari newsletter ini berupa:

  • Artikel atau blog terbaru.
  • Tips dan edukasi sesuai industri.
  • Berita atau update perusahaan.
  • Informasi event, webinar, atau peluncuran produk.
  • Kisah sukses pelanggan (customer service).

Misalnya, sebuah bisnis digital marketing mengirim newsletter setiap minggu yang berisi tips SEO, tren media sosial terbaru, atau rekomendasi tools digital marketing. Dengan memberikan konten yang bernilai, pelanggan akan lebih percaya terhadap brand dan lebih mungkin membeli produk atau layanan di kemudian hari.

Email Promosi

Email promosi adalah email yang memiliki tujuan untuk mendorong penerima agar segera melakukan pembelian atau memanfaatkan penawaran tertentu. Jenis email ini biasanya berisi tentang informasi mengenai diskon, voucher, produk baru, flash sale, atau penawaran eksklusif dengan batas waktu tertentu.

Email promo yang efektif umumnya memiliki:

  • Judul email yang menarik perhatian.
  • Penawaran yang jelas dan mudah dipahami.
  • Call-to-action (CTA) yang kuat, seperti “Belanja Sekarang”, “Klaim Diskon”, atau “Daftar Hari Ini”.
  • Desain yang sederhana namun menarik.

Sebagai contoh, sebuah toko online mengirim email berjudul “Diskon 30% Hanya Hari Ini” kemudian tombol “Belanja Sekarang” yang langsung mengarah ke halaman produk. Strategi seperti ini dapat meningkatkan penjualan dalam waktu singkat, terutama jika dilakukan dengan rasa urgensi atau kelangkaan.

Welcome Email

Welcome email adalah email pertama yang dikirim kepada seseorang setelah mereka mendaftar newsletter, membuat akun, atau berlangganan layanan. Email ini memiliki fungsi sebagai kesan pertama antara bisnis dan pelanggan, sehingga sangat penting untuk dibuat menarik, ramah dan juga informatif.

Welcome email ini biasanya berisi:

  • Ucapan selamat datang.
  • Perkenalan singkat mengenai bisnis atau brand.
  • Penjelasan manfaat yang akan diterima oleh pelanggan.
  • Panduan menggunakan produk atau layanan.
  • Promo khusus untuk pelanggan baru.
  • Tautan ke media sosial, website, atau artikel penting.

Sebagai contoh, setelah seseorang mendaftar ke platform belajar online atau bootcamp kelas digital marketing, mereka akan menerima email yang berisi ucapan selamat datang, panduan memulai kelas pertama, serta voucher diskon untuk pembelian kelas berikutnya.

Jenis email ini memiliki tingkat keterbukaan (open rate) yang cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan jenis email lainnya karena dikirim ketika pelanggan baru saja menunjukkan minat terhadap brand. Maka dari itu, email ini menjadi kesempatan yang tepat untuk membangun kesan positif sejak awal.

Cara Kerja Email Marketing

Setelah memahami tentang apa itu email marketing yang masih relevan untuk digunakan dalam strategi pemasaran saat ini, cara kerjanya agar menjadi lebih efektif dan mendatangkan banyak pelanggan baru juga harus dipelajari.

Ada beberapa tahapan penting yang perlu dilakukan, mulai dari mengumpulkan data pelanggan hingga mengevaluasi hasil kampanye. Berikut ini penjelasannya.

Mengumpulkan Data Email (Build an Email List)

Langkah pertama dalam email marketing adalah mengumpulkan alamat email calon pelanggan atau pelanggan yang telah memberikan izin (permission based marketing). Hal ini penting karena mengirim email kepada orang yang tidak pernah memberikan persetujuan dapat dianggap sebagai spam dan juga memiliki risiko merusak reputasi bisnis.

Ada beberapa cara untuk mengumpulkan alamat email secara legal, seperti:

  • Formulir berlangganan (newsletter) di website.
  • Pendaftaran akun pada aplikasi atau website.
  • Formulir pendaftaran webinar atau event.
  • Download e-book, template, atau panduan gratis (lead magnet).
  • Program membership atau loyalitas pelanggan.
  • Checkout pembelian dengan persetujuan menerima email promosi.

Misalnya, sebuah website menawarkan e-book gratis yang dapat diunduh setelah pengunjung mengisi nama dan alamat email. Dengan cara ini, bisnis memperoleh daftar email dari orang-orang yang memang tertarik dengan topik tersebut.

Perlu diketahui bahwa: semakin berkualitas daftar email yang dimiliki, maka akan semakin besar pula peluang kampanye email marketing menghasilkan konversi yang baik.

Membagi Audiens ke dalam Kelompok (Segmentation)

Tidak semua pelanggan memiliki kebutuhan dan minat yang sama. Maka dari itu, sebelum mengirim email, penerima sebaiknya dikelompokkan berdasarkan karakteristik tertentu agar pesan yang diterima menjadi lebih relevan.

Beberapa cara dalam melakukan segmentasi antara lain:

  • Usia atau jenis kelamin.
  • Lokasi pelanggan.
  • Riwayat pembelian.
  • Produk yang pernah dilihat.
  • Status pelanggan (baru atau lama)
  • Minat atau kategori produk favorit.
  • Tingkat keterlibatan terhadap email yang sebelumnya.

Segmentasi membantu bisnis mengirimkan pesan yang lebih tepat sasaran sehingga peluang email dibuka dan diklik menjadi lebih tinggi.

Membuat Isi Email yang Menarik

Setelah menentukan target penerima, langkah berikutnya adalah menyusun isi email. Konten email ini harus mampu dalam menarik perhatian sejak penerima melihat judul email, kemudian memberikan informasi yang jelas dan mampu mendorong mereka untuk mengambil tindakan.

Beberapa bagian penting dalam email marketing meliputi:

  1. Subject Line: Subject line adalah hal pertama yang dilihat penerima sebelum membuka email. Judul yang menarik akan meningkatkan open rate atau persentase yang dibuka.
  2. Preheader: Preheader ini adalah ringkasan singkat yang muncul setelah subject line pada kotak masuk email. Fungsinya untuk memberikan gambaran isi email sehingga penerima semakin tertarik untuk membukanya.
  3. Isi Email: Isi email ini menjadi kunci utama agar pesan yang ingin disampaikan bisa dibaca oleh audiens. Isi email harus:
  • Singkat dan mudah dipahami.
  • Relevan dengan kebutuhan penerima.
  • Memberikan manfaat atau solusi.
  • Menggunakan bahasa yang sesuai dengan target audiens.
  • Memiliki desain yang rapi dan responsif di perangkat mobile.
  1. Call-to-Action (CTA): CTA merupakan ajakan kepada pembaca untuk melakukan sebuah tindakan tertentu. Contohnya: Beli Sekarang, Daftar Gratis, Pelajari Selengkapnya, dan lainnya. CTA ini sebaiknya dibuat dengan jelas, mudah ditemukan, dan langsung mengarah ke halaman tujuan (landing page).

Mengirim Menggunakan Platform Email Marketing

Mengirim email marketing satu per satu tentu saja tidak efisien, terutama jika penerimanya mencapai ratusan hingga ribuan orang. Maka dari itu, bisnis ini biasanya menggunakan platform email marketing yang dapat mengelola secara otomatis.

Memantau dan Menganalisis Hasil Kampanye

Setelah email dikirim, pekerjaan belum selesai sampai situ saja. Tahap berikutnya adalah mengevaluasi performa kampanye menggunakan berbagai metrik yang tersedia pada platform email marketing. Berikut ini beberapa metrik penting yang perlu diperhatikan meliputi:

  • Open Rate: menunjukkan persentase penerima yang membuka email. Angka ini membantu dalam mengetahui apakah subject line dan nama pengirim cukup menarik perhatian.
  • Click-Through Rate (CTR): mengukur berapa banyak penerima yang mengklik tauta atau tombol CTA di dalam email. Semakin tinggi CTR, maka akan semakin efektif isi email dalam mendorong tindakan.
  • Conversion Rate: menunjukkan jumlah penerima yang benar-benar menyelesaikan tujuan kampanye, misalnya melakukan pembelian, mengisi formulir, atau mendaftar webinar.
  • Bounce Rate: menunjukkan jumlah email yang gagal terkirim. Hal ini bisa terjadi karena alamat email tidak valid, kotak masuk penuh, atau masalah pada server penerima.
  • Unsubscribe Rate: metrik ini menunjukkan jumlah orang yang berhenti berlanggan email. Jika angkanya tinggi, bisnis perlu mengevaluasi frekuensi pengiriman, kualitas konten, atau relevansi pesan.

Siklus Email Marketing yang Efektif

Memahami apa itu email marketing saja belum cukup. Pasalnya, cara kerja email marketing ini dapat digambarkan sebagai siklus yang terus berulang:

  1. Mengumpulkan daftar email dari calon pelanggan yang memberikan izin.
  2. Mengelompokkan audiens berdasarkan karakteristik dan kebutuhan.
  3. Menyusun konten email yang relevan, menarik, dan memiliki tujuan yang jelas.
  4. Mengirim email melalui platform email marketing, baik secara manual maupun otomatis.
  5. Menganalisis hasil kampanye untuk mengetahui apa yang berhasil dan apa yang perlu ditingkatkan.
  6. Menggunakan hasil analisis tersebut untuk menyempurnakan kampanye berikutnya.

Dengan menjalankan siklus ini secara konsisten, email marketing tidak hanya membantu dalam meningkatkan penjualan, tetapi juga membangun hubungan yang lebih kuat dengan pelanggan. Pendekatan yang berbasis data membuat setiap kampanye menjadi semakin efektif dari waktu ke waktu.

FAQ Apa Itu Email Marketing

Apakah email marketing masih efektif di era media sosial?

Ya, email marketing masih sangat efektif meskipun media sosial terus berkembang. Berbeda dengan media sosial yang bergantung pada algoritma, email memungkinkan bisnis berkomunikasi langsung dengan pelanggan yang telah memberikan izin untuk menerima informasi.

Apa saja tools email marketing yang direkomendasikan?

Ada banyak platform email marketing yang dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan bisnis, baik untuk pemula maupun perusahaan besar. Beberapa tools yang populer antara lain Mailchimp, Brevo (Sendinblue), MailerLite, Kit (ConvertKit), ActiveCampaign, GetResponse, dan HubSpot Email Marketing.

Bagaimana cara mendapatkan daftar email pelanggan secara legal?

Cara terbaik adalah mengumpulkan alamat email melalui persetujuan (opt-in) dari pengguna. Misalnya, dengan menyediakan formulir berlangganan newsletter di website, menawarkan e-book gratis, webinar, voucher diskon, atau konten eksklusif sebagai imbalan atas pendaftaran email.

Jadi, Apa Itu Email Marketing?

apa itu email marketing

Setelah memahami apa itu email marketing, kini kamu tahu bahwa strategi ini bukan sekadar mengirim email promosi, tetapi juga membangun hubungan dengan pelanggan, meningkatkan loyalitas, dan mendorong penjualan secara berkelanjutan. Jika diterapkan dengan strategi yang tepat, email marketing dapat menjadi salah satu channel pemasaran digital yang efektif untuk berbagai jenis bisnis.

Nah, kalau kamu ingin mempelajari lebih dalam mengenai apa itu email marketing sekaligus berbagai skil digital marketing yang dibutuhkan industri, mengikuti program Full Stack Digital Marketing dapat menjadi sebuah pilihan yang tepat. Melalui pembelajaran berbasis praktik, studi kasus, dan pendampingan langsung, kamu akan belajar menerapkan strategi digital marketing secara menyeluruh sehingga lebih siap menghadapi kebutuhan dunia kerja maupun mengembangkan bisnis sendiri.

Topik Terkait:
Content Creator

Annisa Sasca

Seorang Digital Marketer yang sudah berkecimpung dalam dunia pemasaran kurang lebih 5 tahun, berpengalaman dalam menangani: Content, Ads, SEO, dan Analytics.