Mau tahu apakah website kamu sehat secara SEO atau ada masalah yang bikin sulit muncul di Google? Ternyata, kamu bisa cek SEO website sendiri dalam waktu kurang dari 10 menit, tanpa keluar uang sepeser pun.
Artikel ini akan membahas tentang cara cek seo website secara manual menggunakan tools gratis dari Google, lengkap dengan 12 SEO checker terbaik yang bisa kamu pakai sekarang juga dan panduan membaca hasilnya dan menentukan mana yang harus diperbaiki lebih dulu, supaya kamu tidak bingung harus mulai dari mana.
Apa Saja yang Perlu Dicek dari Website?

Sebelum memasukkan URL ke berbagai tools SEO gratis, ada baiknya kamu tahu dulu area apa saja yang sebenarnya menentukan kesehatan SEO sebuah website. Berikut checklist ringkasnya:
- Status indexing Untuk mengecek Apakah halaman website kamu sudah terindeks oleh Google atau belum.
- Kecepatan website Untuk memastikan seberapa cepat halaman dimuat, baik di desktop maupun mobile.
- On-page SEO Untuk Title tag, meta description, heading, dan struktur konten di setiap halaman.
- Mobile-friendliness Untuk mengecek apakah tampilan website nyaman diakses dari smartphone.
- Backlink Untuk mengecek jumlah dan kualitas tautan dari website lain yang mengarah ke situsmu.
Lima point ini adalah fondasi dasar yang dicek hampir semua tools SEO checker, baik yang gratis maupun berbayar. Yuk, mulai dari cara cek manual dulu menggunakan tools gratis bawaan Google.
Cara Cek SEO Website Secara Manual (Tanpa Tools Pihak Ketiga)
Sebelum mengandalkan tools eksternal, kamu sebenarnya sudah punya tiga cara cek SEO website gratis langsung dari Google. Ketiganya cukup untuk mengetahui kondisi dasar website kamu.
Cek Status Indexing dengan Trik site:domain.com
Cara paling cepat untuk mengetahui halaman mana saja dari website kamu yang sudah terindeks Google adalah dengan mengetikkan perintah pencarian khusus.
Caranya:
- Buka Google
- Ketik “site:namadomainmu.com” (ganti dengan domain website kamu)

3.Ketik “site:namadomainmu.com” (ganti dengan domain website kamu)

Hasil pencarian akan menampilkan semua halaman dari domain tersebut yang sudah terindeks oleh Google. Kalau jumlah halaman yang muncul jauh lebih sedikit dibanding jumlah halaman yang sebenarnya kamu miliki, kemungkinan ada masalah indexing yang perlu segera diperiksa.
Cek Performa di Pencarian dengan Google Search Console
Google Search Console (GSC) adalah tools gratis dari Google yang menunjukkan bagaimana website kamu tampil di hasil pencarian.
Caranya:
- Buka Google Search Console
- Daftarkan dan verifikasi kepemilikan website kamu (lewat tag HTML, DNS, atau Google Analytics)

3. Buka menu Performance untuk melihat jumlah klik, impresi, dan posisi rata-rata di pencarian

4. Buka menu Pages untuk melihat halaman mana yang sudah terindeks dan mana yang bermasalah

GSC adalah tools paling penting yang wajib dipasang di setiap website, karena datanya langsung berasal dari Google sendiri, bukan estimasi dari pihak ketiga.
Cek Kecepatan dengan Google Page Speed Insights
Kecepatan website adalah salah satu faktor yang memengaruhi ranking dan pengalaman pengunjung. Kalau kamu mau cek SEO dari sisi performa, cara mengeceknya cukup sederhana. Beriut langkah-langkahnya:
- Buka PageSpeed Insights
- Masukkan URL halaman yang ingin dicek

3. Klik Analyze

4. Tunggu beberapa detik sampai muncul skor untuk versi mobile dan desktop

Tiga cara di atas sudah cukup untuk mendapatkan gambaran awal kondisi website kamu. Untuk analisis yang lebih lengkap dan otomatis, kamu bisa lanjut ke 12 tools SEO checker berikut ini.
12 Tools SEO Checker Gratis Berdasarkan Kebutuhan
Tools SEO gratis di bawah ini dikelompokkan berdasarkan fungsi utamanya, supaya kamu bisa langsung memilih sesuai kebutuhan, tanpa perlu mencoba satu per satu secara acak
Kategori 1: Audit SEO Menyeluruh
Tools di kategori ini cocok dipakai sebagai langkah pertama, karena memberikan gambaran umum kondisi SEO sebuah halaman atau website sekaligus.
1. Semrush SEO Checker
Tools ini memindai halaman website dan memberikan skor SEO secara keseluruhan, lengkap dengan daftar masalah yang perlu diperbaiki berdasarkan prioritas.
Cara pakainya cukup masukkan URL website ke kolom yang tersedia, lalu tunggu hasil audit yang mencakup meta tag, heading, kecepatan, hingga mobile-friendliness.
2. Seobility SEO Checker
Seobility memindai sebuah halaman dan memberikan rekomendasi perbaikan untuk meta data, struktur konten, hingga isu teknis seperti tag no index yang tidak disengaja. Kamu hanya perlu memasukkan URL, klik tombol cek, lalu tunggu laporan yang dibagi per kategori muncul.
3. Sitechecker.pro
Tools ini melakukan crawling ke seluruh halaman website dan mendeteksi lebih dari 300 jenis masalah SEO, termasuk broken link, redirect bermasalah, dan duplikasi tag.
Cara pakainya, masukkan domain website, biarkan proses crawling berjalan beberapa menit, lalu buka laporan yang dikelompokkan berdasarkan tingkat keparahan masalah.
4. SEOptimer
SEOptimer menganalisis website berdasarkan sekitar 100 titik data dan memberikan laporan berbentuk grade (A sampai F) untuk setiap aspek SEO. Cukup masukkan URL website, klik tombol audit, dan laporan akan langsung tampil di layar tanpa perlu mendaftar akun.
Kategori 2: Cek Riset Keyword
Tools di kategori ini berguna untuk memahami kata kunci apa yang berpotensi mendatangkan traffic ke website kamu.
5. Google Keyword Planner
Tools resmi dari Google ini menampilkan estimasi volume pencarian bulanan dan tingkat persaingan untuk sebuah kata kunci. Cara pakainya, masuk ke akun Google Ads, buka menu Keyword Planner, lalu masukkan kata kunci atau domain kompetitor untuk melihat ide kata kunci yang relevan.
Tools ini sepenuhnya gratis, hanya saja data volume pencarian ditampilkan dalam bentuk rentang (range), bukan angka pasti, jika akun belum pernah memasang iklan berbayar.
6. Ubersuggest
Ubersuggest menampilkan estimasi volume pencarian, tingkat kesulitan kata kunci, serta ide konten berdasarkan kata kunci yang sedang tren. Masukkan kata kunci atau domain di kolom pencarian, pilih lokasi target, lalu jelajahi tab keyword ideas dan content ideas yang muncul.
Kategori 3: Cek Backlink
Tools di kategori ini membantu kamu melihat seberapa banyak dan seberapa berkualitas tautan dari website lain yang mengarah ke situsmu, sekaligus mengintip backlink kompetitor.
7. Ahrefs Backlink Checker
Tools ini menampilkan jumlah backlink, jumlah domain perujuk, dan skor otoritas domain (Domain Rating) untuk website mana pun, termasuk milik kompetitor. Masukkan URL website di kolom pencarian, lalu lihat ringkasan data backlink yang muncul beserta contoh tautan teratasnya.
8. Moz Link Explorer
Moz Link Explorer menampilkan metrik Domain Authority (DA) dan Page Authority (PA), dua skor yang sering dijadikan acuan kekuatan sebuah website di mata mesin pencari. Cara pakainya, masukkan URL website, lalu lihat skor DA, PA, dan daftar domain perujuk yang ditampilkan..
9. Ubersuggest Backlink Checker
Selain untuk riset kata kunci, Ubersuggest juga punya fitur untuk melihat profil backlink sebuah domain, termasuk tren jumlah backlink dari waktu ke waktu. Masukkan domain di kolom pencarian, lalu buka tab khusus backlink untuk melihat daftar domain yang menautkan ke situs tersebut.
Kategori 4: Cek Kecepatan Website
Tools di kategori ini fokus mengukur seberapa cepat website dimuat, sekaligus memberikan rekomendasi teknis untuk mempercepatnya.
10. Google PageSpeed Insights
Tools ini sudah dibahas di bagian cara cek manual, dan tetap masuk daftar karena menjadi acuan utama Google dalam menilai kecepatan serta Core Web Vitals sebuah halaman. Masukkan URL halaman, klik analyze, lalu lihat skor mobile dan desktop beserta rekomendasi perbaikannya. Tools ini sepenuhnya gratis tanpa batasan jumlah pengecekan.
11. GTmetrix
GTmetrix memberikan laporan kecepatan yang lebih detail dibanding PageSpeed Insights, termasuk waktu loading penuh halaman dan ukuran total file yang dimuat. Masukkan URL website, pilih lokasi server pengujian, lalu tunggu laporan performa lengkap dengan grade A sampai F muncul.
12. Pingdom Tools
Pingdom mengukur waktu respons server dan waktu loading halaman dari berbagai lokasi server di dunia, sehingga cocok untuk mengecek performa website terhadap pengunjung dari berbagai negara.
Masukkan URL website, pilih lokasi pengujian, lalu lihat hasil waktu loading beserta rincian elemen yang paling memperlambat halaman.
Cara Membaca Hasilnya: Mana yang Harus Diperbaiki Dulu?

Setelah mendapatkan hasil dari beberapa tools di atas, biasanya muncul satu masalah baru: terlalu banyak rekomendasi perbaikan, dan semuanya terlihat penting. Bagian ini akan membantu kamu menentukan urutan prioritas, supaya energi dan waktu kamu tidak habis untuk hal yang dampaknya kecil
1. Masalah Indexing
Kalau halaman penting di website kamu ternyata tidak terindeks oleh Google, perbaiki ini lebih dulu sebelum yang lain. Halaman yang tidak terindeks artinya tidak akan pernah muncul di hasil pencarian, sebagus apa pun kontennya. Cek tab Pages di Google Search Console untuk melihat halaman mana saja yang berstatus “Not indexed” beserta alasannya.
2. Masalah Teknis yang Menghalangi Crawler
Masalah seperti tag no index yang tidak disengaja, broken link dalam jumlah banyak, atau robots.txt yang memblokir halaman penting termasuk masalah teknis yang berdampak besar. Masalah ini biasanya muncul di hasil audit dari Sitechecker, Seobility, atau Semrush SEO Checker dengan label “critical” atau “error“.
3. Kecepatan Website
Skor PageSpeed Insights kamu di bawah 50, ini layak jadi prioritas berikutnya. Kecepatan yang buruk memengaruhi pengalaman pengguna sekaligus menjadi salah satu faktor ranking. Fokus dulu pada rekomendasi dengan dampak terbesar, seperti kompresi gambar dan menghapus skrip yang tidak terpakai, sebelum mengejar skor sempurna 100
4. On-Page SEO
Title tag yang terlalu panjang, meta description yang kosong, atau heading yang tidak terstruktur masuk dalam kategori ini. Masalah ini penting, tapi dampaknya biasanya tidak sebesar dua prioritas sebelumnya. Perbaiki secara bertahap, halaman per halaman, dimulai dari halaman yang paling banyak mendapat traffic
5. Backlink
Membangun backlink baru memang penting untuk jangka panjang, tapi ini bukan hal pertama yang perlu dikejar kalau fondasi website kamu sendiri masih bermasalah. Selesaikan empat prioritas di atas terlebih dahulu, baru fokus pada strategi backlink.
Urutan ini berlaku untuk kebanyakan website. Kalau kamu baru pertama kali melakukan pengecekan dan hasilnya menunjukkan banyak masalah merah di semua kategori, jangan panik. Kerjakan satu per satu sesuai urutan prioritas di atas, lalu cek ulang setiap beberapa minggu untuk melihat progresnya.
FAQ — Pertanyaan yang Sering Ditanyakan
Apakah tools SEO gratis akurat?
Untuk kebutuhan dasar, terutama untuk mendeteksi masalah teknis yang jelas seperti meta description kosong, halaman tidak terindeks, atau kecepatan loading yang lambat. Untuk metrik seperti skor otoritas domain atau estimasi volume pencarian, angka yang ditampilkan biasanya berupa estimasi dari masing-masing tools, bukan angka pasti dari Google.
Berapa lama belajar SEO sampai bisa dipakai kerja atau freelance?
Untuk pengecekan ringan menggunakan Google Search Console, idealnya dilakukan setiap minggu, terutama setelah kamu mempublikasikan konten baru. Untuk audit menyeluruh menggunakan tools seperti Semrush SEO Checker atau Sitechecker, cek setiap 1 sampai 2 bulan sekali sudah cukup, kecuali kamu baru saja melakukan perubahan besar pada struktur website.
Apakah skor SEO harus mencapai 100?
Tidak. Skor 100 di tools manapun bukan jaminan website kamu otomatis muncul di halaman pertama Google, karena ranking juga dipengaruhi faktor lain seperti kualitas konten, persaingan, dan otoritas website secara keseluruhan. Anggap skor ini sebagai panduan untuk menemukan masalah yang perlu diperbaiki, bukan target akhir yang harus dikejar mati-matian. Skor di atas 80 dengan tidak ada masalah berkategori “critical” biasanya sudah menunjukkan kondisi website yang sehat
Setelah melakukan cek SEO menggunakan cara manual dan beberapa tools SEO gratis di atas, kamu sekarang sudah punya gambaran kondisi website kamu dan tahu apa yang perlu diperbaiki lebih dulu. Langkah selanjutnya tinggal mengeksekusi perbaikan satu per satu sesuai urutan prioritas yang sudah dibahas.
Kalau kamu masih bingung dengan istilah-istilah yang muncul di hasil cek SEO website, kamu bisa daftar di Digibos buat memahami SEO secara lebih dalam dan terstruktur dari dasar , baca panduan lengkapnya di Cara Belajar SEO dari Nol untuk Pemula . Di sana dijelaskan roadmap belajar SEO langkah demi langkah, mulai dari riset keyword sampai analisis hasil, supaya kamu tidak hanya tahu masalahnya, tapi juga tahu cara memperbaikinya sendiri.