Memiliki sertifikasi digital marketing dapat menjadi salah satu cara untuk menunjukkan bahwa seseorang memiliki kompetensi tertentu di bidang pemasaran digital. Namun, sebelum memilih program sertifikasi, penting untuk memahami bahwa skema sertifikasi BNSP digital marketing tidak selalu memiliki jumlah unit kompetensi dan susunan yang sama di setiap Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP).
Karena itu, jangan hanya melihat nama sertifikasinya. Kamu juga perlu mengetahui skema yang tersedia, unit kompetensi yang diujikan, persyaratan peserta, serta LSP yang menyelenggarakan sertifikasi tersebut.
Artikel ini membahas cara memahami skema sertifikasi BNSP digital marketing, contoh unit kompetensi yang dapat muncul dalam skema pemasaran digital, cara mengecek LSP, hingga hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum memilih sertifikasi.
Apa itu Sertifikasi BNSP Digital Marketing?
Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) merupakan lembaga independen yang dibentuk untuk melaksanakan sertifikasi kompetensi kerja.
Dalam praktiknya, BNSP memberikan lisensi kepada Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) untuk melaksanakan proses sertifikasi sesuai skema yang dimiliki dan ketentuan yang berlaku.
Artinya, BNSP bukan sekadar tempat seseorang mengikuti ujian sertifikasi secara langsung. Proses sertifikasi dilakukan melalui LSP yang memiliki lisensi sesuai bidang dan skema tertentu.
Karena itu, ketika mencari sertifikasi BNSP digital marketing, kamu perlu memperhatikan tiga hal:
- BNSP sebagai lembaga yang memberikan lisensi kepada LSP;
- LSP yang menyelenggarakan sertifikasi;
- skema sertifikasi dan unit kompetensi yang akan diases.
Informasi mengenai LSP dapat diperiksa melalui database resmi LSP BNSP, sehingga status lisensi dan informasi LSP dapat diverifikasi sebelum mendaftar.
Apa itu Skema Sertifikasi Digital Marketing?
Skema sertifikasi adalah acuan yang digunakan dalam proses sertifikasi kompetensi untuk menentukan kompetensi yang akan dinilai.
Dalam konteks digital marketing, nama skema dapat berbeda-beda tergantung LSP. Ada yang menggunakan istilah Pemasaran Digital, Digital Marketing, atau nama skema lain yang masih berkaitan dengan aktivitas pemasaran digital.
Karena setiap LSP dapat memiliki skema yang berbeda, jumlah unit kompetensi di dalamnya juga tidak selalu sama.
Sebagai contoh, LSP Digital Marketing Indonesia tercatat sebagai LSP Pihak Ketiga dengan status lisensi aktif di BNSP. Salah satu skema yang tercantum adalah Skema Sertifikasi Klaster Pemasaran Digital (Digital Marketing) dengan 13 unit kompetensi.
LSP tersebut juga memiliki beberapa skema lain yang berkaitan dengan bidang digital marketing, seperti SEO, Content Creator, Social Media Marketing, dan Digital Marketing berbasis AI.
Contoh tersebut menunjukkan bahwa tidak tepat jika menganggap semua sertifikasi BNSP digital marketing memiliki jumlah unit kompetensi yang sama.
Apa itu Unit Kompetensi dalam Sertifikasi Digital Marketing?
Unit kompetensi adalah bagian kompetensi tertentu yang menjadi dasar penilaian dalam sebuah skema sertifikasi.
Sederhananya, jika skema merupakan “paket kompetensi” yang akan dinilai, unit kompetensi merupakan kemampuan-kemampuan spesifik yang terdapat di dalam paket tersebut.
Unit kompetensi dalam skema pemasaran digital dapat mencakup kemampuan yang berhubungan dengan:
- penggunaan perangkat komputer;
- penggunaan internet dan aplikasi berbasis internet;
- penggunaan media sosial;
- riset produk atau merek;
- pengolahan data riset;
- analisis media sosial dan media bisnis digital;
- persiapan konten digital;
- aktivitas promosi merek;
- strategi kampanye pemasaran;
- pengelolaan hubungan dengan klien;
- hingga kompetensi lain yang disesuaikan dengan skema.
Namun, daftar tersebut bukan daftar universal yang berlaku untuk seluruh sertifikasi digital marketing.
Setiap skema perlu dilihat secara spesifik karena unit kompetensi dapat berbeda berdasarkan LSP, jenis skema, dan versi skema yang berlaku.
Sebagai contoh lain, data BNSP menunjukkan LSP Teknologi Data Digital Indonesia memiliki skema Pemasaran Digital (Digital Marketing) dengan 10 unit kompetensi.
Sementara itu, LSP Pemasaran memiliki skema Pemasaran Digital dengan 5 unit kompetensi. Status lisensinya saat ini tercatat aktif dengan masa berlaku sampai 27 Desember 2026.
Perbedaan tersebut memperlihatkan mengapa kamu sebaiknya tidak memilih sertifikasi hanya berdasarkan jumlah unit kompetensi.
Berapa Jumlah Unit Kompetensi Sertifikasi Digital Marketing?

Tidak ada satu angka yang berlaku untuk seluruh sertifikasi BNSP digital marketing.
Jumlah unit kompetensi bergantung pada skema yang dipilih dan LSP yang menyelenggarakannya.
Sebagai gambaran, data BNSP saat ini menunjukkan:
| LSP | Contoh Skema | Jumlah Unit |
| Digital Marketing Indonesia | Klaster Pemasaran Digital (Digital Marketing) | 13 |
| Teknologi Data Digital Indonesia | Pemasaran Digital (Digital Marketing) | 10 |
| Pemasaran | Klaster Pemasaran Digital | 5 |
| Digital Teknologi Informasi Indonesia | Memiliki skema Digital Marketing/Pemasaran Digital dalam daftar skemanya | Periksa skema terbaru |
Data tersebut hanya merupakan contoh, bukan daftar seluruh LSP yang memiliki skema digital marketing.
Bahkan, data LSP dapat berubah ketika lisensi, skema, atau informasi terkait diperbarui. Karena itu, sebelum mendaftar, selalu periksa informasi terbaru pada database LSP BNSP.
Sebagai contoh, Digital Teknologi Informasi Indonesia saat ini tercatat sebagai LSP dengan lisensi aktif dan memiliki berbagai skema, termasuk skema Digital Marketing (Pemasaran Digital).
Contoh Unit Kompetensi yang Bisa Ada dalam Skema Digital Marketing
Walaupun susunan unit tidak selalu sama, ada beberapa jenis kompetensi yang sering berkaitan dengan pekerjaan pemasaran digital.
1. Menggunakan Perangkat dan Aplikasi Digital
Kompetensi dasar dapat mencakup kemampuan menggunakan komputer, browser, email, aplikasi berbasis internet, atau media sosial.
Kompetensi seperti ini dapat menjadi bagian dari skema tertentu karena aktivitas digital marketing memang membutuhkan kemampuan menggunakan berbagai perangkat dan platform digital.
2. Melakukan Riset
Digital marketer perlu memahami bagaimana melakukan riset terhadap produk, merek, pasar, atau audiens.
Kemampuan riset dapat digunakan untuk membantu menentukan strategi pemasaran dan memahami kebutuhan target pasar.
3. Mengolah dan Menganalisis Data
Digital marketing tidak hanya berkaitan dengan membuat konten atau menjalankan iklan.
Kemampuan membaca dan mengolah data juga penting untuk memahami performa aktivitas pemasaran dan menentukan tindakan berikutnya.
4. Mengelola Media Sosial
Kompetensi tertentu dapat berkaitan dengan penggunaan media sosial, pengelolaan aktivitas digital, hingga analisis performa media sosial.
5. Mempersiapkan Konten Digital
Konten merupakan salah satu bagian penting dalam pemasaran digital.
Karena itu, beberapa skema dapat mencakup kompetensi yang berkaitan dengan persiapan atau pengelolaan konten digital.
6. Melaksanakan Kegiatan Promosi
Aktivitas promosi merek juga dapat menjadi bagian dari unit kompetensi pada skema pemasaran digital tertentu.
7. Menyusun atau Menjalankan Aktivitas Pemasaran
Pada skema tertentu, kompetensi yang dinilai dapat mencakup perencanaan aktivitas pemasaran, kampanye, atau aktivitas penjualan.
Karena susunan tersebut dapat berbeda antar-skema, jangan menganggap seluruh unit di atas pasti terdapat dalam sertifikasi digital marketing yang ingin kamu ambil.
Sebelum mendaftar, mintalah informasi resmi mengenai daftar unit kompetensi yang digunakan dalam skema tersebut.
Mengapa Jumlah Unit Kompetensi Bukan Satu-Satunya Hal yang Harus Dilihat?
Kesalahan yang cukup umum adalah menganggap sertifikasi dengan unit kompetensi lebih banyak otomatis lebih baik.
Padahal, jumlah unit tidak dapat digunakan sebagai satu-satunya dasar untuk membandingkan sertifikasi.
Misalnya, skema dengan 13 unit belum tentu lebih sesuai untuk seseorang yang membutuhkan kompetensi tertentu dibandingkan skema dengan 5 atau 10 unit.
Yang lebih penting adalah kesesuaian unit kompetensi dengan tujuan sertifikasi dan pekerjaan yang ingin dijalankan.
Jika kamu sedang mempersiapkan diri untuk berkarier sebagai digital marketer, memahami tugas digital marketing juga dapat membantu kamu melihat jenis pekerjaan, tanggung jawab, KPI, dan skill yang dibutuhkan dalam praktik kerja.
Selain itu, kamu dapat membandingkannya dengan skill digital marketing yang dibutuhkan di industri agar memiliki gambaran mengenai kemampuan yang perlu dikembangkan.
Bagaimana Cara Memilih Skema Sertifikasi Digital Marketing?

Memilih skema sebaiknya tidak dilakukan hanya karena melihat nama “sertifikasi digital marketing”.
Ada beberapa hal yang perlu diperiksa.
1. Tentukan Tujuan Sertifikasi
Pertama, tentukan mengapa kamu ingin mendapatkan sertifikasi.
Apakah untuk:
- meningkatkan kredibilitas profesional;
- melamar pekerjaan;
- mendukung pekerjaan yang sedang dijalankan;
- melengkapi portofolio;
- memenuhi kebutuhan perusahaan;
- atau mengembangkan kompetensi pribadi?
Tujuan tersebut akan membantu menentukan skema yang lebih relevan.
2. Sesuaikan dengan Pekerjaan yang Dituju
Perhatikan jenis pekerjaan atau aktivitas yang ingin kamu jalankan.
Misalnya, seseorang yang lebih banyak menangani media sosial dapat membutuhkan kompetensi yang berbeda dengan seseorang yang fokus pada performance marketing, SEO, atau strategi pemasaran.
Karena itu, jangan hanya melihat jumlah unit.
3. Periksa Daftar Unit Kompetensi
Mintalah atau periksa dokumen skema sertifikasi yang berlaku.
Perhatikan:
- nama unit kompetensi;
- kode unit;
- jumlah unit;
- persyaratan peserta;
- metode asesmen;
- serta ketentuan lain yang berlaku.
4. Periksa Status LSP
Pastikan LSP yang dipilih tercatat dalam database resmi BNSP dan status lisensinya masih berlaku.
Jangan hanya mengandalkan klaim “sertifikasi BNSP” yang tercantum di halaman promosi penyedia program.
5. Periksa Informasi Terbaru
Informasi sertifikasi dapat berubah.
LSP dapat memperoleh pembaruan skema, memperbarui lisensi, atau mengalami perubahan status. Karena itu, informasi yang kamu temukan di artikel, media sosial, atau halaman lama sebaiknya tetap diverifikasi kembali melalui sumber resmi.
Bagaimana Cara Mengecek LSP Sertifikasi Digital Marketing?
Cara paling aman adalah menggunakan database resmi BNSP.
Kamu dapat membuka database resmi LSP BNSP dan menggunakan kata kunci seperti “digital marketing” atau “pemasaran digital”.
Dari sana, kamu dapat melihat LSP yang muncul dalam hasil pencarian dan memeriksa detail masing-masing LSP.
Beberapa contoh yang saat ini dapat ditemukan antara lain:
1. LSP Digital Marketing Indonesia
LSP Digital Marketing Indonesia tercatat sebagai LSP Pihak Ketiga dengan status lisensi aktif. Pada halaman BNSP, salah satu skemanya adalah Skema Sertifikasi Klaster Pemasaran Digital (Digital Marketing) dengan 13 unit kompetensi.
2. LSP Pemasaran
LSP Pemasaran memiliki Skema Sertifikasi Klaster Pemasaran Digital. Data BNSP saat ini menunjukkan skema tersebut memiliki 5 unit dan status lisensinya aktif.
3. LSP Teknologi Data Digital Indonesia
LSP Teknologi Data Digital Indonesia tercatat memiliki skema Pemasaran Digital (Digital Marketing) dengan 10 unit. Status lisensinya saat ini tercatat aktif.
4. LSP Digital Teknologi Informasi Indonesia
Digital Teknologi Informasi Indonesia juga memiliki skema terkait digital marketing dalam daftar skemanya. Karena daftar skema dan status dapat berubah, informasi terbarunya sebaiknya langsung diperiksa melalui halaman resmi LSP di BNSP.
Contoh di atas bukan berarti hanya LSP tersebut yang dapat menyelenggarakan sertifikasi digital marketing.
Database BNSP dapat menampilkan LSP lain dengan skema yang relevan, sehingga pencarian sebaiknya dilakukan secara langsung sebelum mengambil keputusan.
Apa Saja Persyaratan Sertifikasi Digital Marketing?
Persyaratan peserta dapat berbeda berdasarkan skema dan LSP.
Karena itu, tidak tepat jika satu persyaratan tertentu dianggap berlaku untuk semua sertifikasi digital marketing.
Beberapa dokumen atau persyaratan yang mungkin diminta antara lain:
- identitas diri;
- ijazah atau dokumen pendidikan;
- pengalaman kerja;
- portofolio;
- bukti pelatihan;
- formulir pendaftaran;
- atau dokumen lain sesuai skema.
Jika sebuah LSP mensyaratkan pengalaman kerja atau dokumen tertentu, persyaratan tersebut harus dipenuhi sebelum mengikuti proses sertifikasi.
Karena ketentuan dapat berbeda, pastikan meminta persyaratan resmi dari LSP yang dipilih sebelum melakukan pendaftaran atau pembayaran.
Bagaimana Proses Sertifikasi BNSP Digital Marketing?
Secara umum, proses sertifikasi dapat melibatkan beberapa tahapan seperti:
- memilih skema sertifikasi;
- memeriksa persyaratan;
- melakukan pendaftaran;
- menyerahkan dokumen yang dibutuhkan;
- mengikuti proses asesmen;
- mendapatkan keputusan hasil asesmen;
- menerima sertifikat kompetensi apabila dinyatakan kompeten.
Detail proses dapat berbeda berdasarkan skema dan LSP.
Karena itu, jangan menganggap seluruh penyelenggara menggunakan mekanisme yang persis sama.
Jika kamu sudah mengetahui skema yang akan diambil, persiapan asesmen juga perlu dilakukan secara lebih terarah. Kamu dapat membaca persiapan ujian BNSP digital marketing untuk mendapatkan gambaran mengenai hal-hal yang perlu dipersiapkan sebelum mengikuti proses asesmen.
Apa Bedanya Sertifikasi BNSP dengan Kursus Digital Marketing?
Kursus dan sertifikasi memiliki fungsi yang berbeda.
Kursus berfokus pada proses belajar dan pengembangan kemampuan.
Sementara itu, sertifikasi kompetensi berfokus pada proses asesmen untuk menilai kompetensi seseorang berdasarkan skema yang digunakan.
Artinya, mengikuti kursus tidak otomatis sama dengan mendapatkan sertifikasi kompetensi.
Sebaliknya, seseorang yang ingin mengikuti sertifikasi juga perlu memahami kompetensi yang akan dinilai.
Jika kamu masih berada pada tahap awal dan ingin membangun kemampuan digital marketing terlebih dahulu, kamu dapat mengikuti cara belajar digital marketing dari nol sebagai panduan untuk menyusun proses belajar secara lebih terstruktur.
Kamu juga dapat membaca artikel tentang sertifikasi digital marketing untuk melihat berbagai jenis sertifikasi yang tersedia dan mempertimbangkan pilihan berdasarkan kebutuhanmu.
Apakah Sertifikasi BNSP Digital Marketing Wajib?
Tidak semua orang yang bekerja di bidang digital marketing wajib memiliki sertifikasi BNSP.
Kebutuhan sertifikasi dapat bergantung pada pekerjaan, perusahaan, proyek, persyaratan tertentu, atau tujuan profesional masing-masing.
Namun, sertifikasi dapat menjadi salah satu bukti formal kompetensi yang dapat melengkapi pengalaman, skill, dan portofolio.
Karena itu, sertifikasi sebaiknya tidak dipandang sebagai pengganti pengalaman praktik.
Idealnya, sertifikasi berjalan bersama dengan:
- kemampuan teknis;
- pemahaman strategi;
- pengalaman mengerjakan proyek;
- kemampuan membaca data;
- dan portofolio yang relevan.
Apakah Sertifikasi BNSP Menjamin Diterima Kerja?
Tidak.
Sertifikasi tidak otomatis menjamin seseorang diterima bekerja.
Dalam proses rekrutmen, perusahaan dapat mempertimbangkan berbagai faktor lain seperti pengalaman, skill, portofolio, kemampuan komunikasi, hasil kerja, dan kesesuaian kandidat dengan posisi.
Sertifikasi dapat menjadi salah satu elemen pendukung, tetapi bukan satu-satunya penentu.
Karena itu, jika tujuanmu adalah membangun karier sebagai digital marketer, jangan berhenti setelah mendapatkan sertifikat.
Bangun juga kemampuan yang benar-benar digunakan dalam pekerjaan.
Misalnya, pahami bagaimana menyusun strategi digital marketing berdasarkan tujuan bisnis, target audience, channel, konten, customer journey, dan pengukuran hasil.
Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membayar Sertifikasi

Sebelum melakukan pendaftaran, jangan terburu-buru membayar hanya karena melihat tulisan “BNSP”.
Gunakan checklist berikut:
1. Periksa LSP
Cari nama LSP di database resmi BNSP.
2. Periksa status lisensi
Pastikan status lisensinya masih berlaku pada saat kamu melakukan pendaftaran.
3. Periksa nama skema
Pastikan skema yang ditawarkan memang sesuai dengan kompetensi yang ingin kamu dapatkan.
4. Periksa unit kompetensi
Jangan hanya melihat jumlah unit. Baca isi unit yang akan dinilai.
5. Periksa persyaratan
Pastikan kamu memenuhi seluruh persyaratan peserta.
6. Periksa proses asesmen
Tanyakan bagaimana proses asesmen dilakukan dan apa yang perlu dipersiapkan.
7. Periksa biaya
Pastikan biaya yang dibayarkan sudah jelas, termasuk apakah biaya tersebut mencakup pelatihan, asesmen, sertifikat, atau komponen lain.
8. Periksa masa berlaku informasi
Jangan hanya mengandalkan screenshot, artikel lama, atau postingan media sosial.
Untuk informasi yang sifatnya resmi dan dapat berubah, gunakan sumber terbaru dari BNSP atau LSP terkait.
Apakah Semua Skema Digital Marketing Sama?
Tidak.
Ini salah satu hal terpenting yang perlu dipahami sebelum memilih sertifikasi.
Dua LSP dapat sama-sama menawarkan sertifikasi yang menggunakan istilah “Digital Marketing”, tetapi isi skemanya dapat berbeda.
Perbedaannya dapat terlihat dari:
- nama skema;
- jumlah unit kompetensi;
- kode unit;
- isi unit;
- persyaratan;
- metode asesmen;
- dan ketentuan lain.
Karena itu, membandingkan sertifikasi hanya berdasarkan nama atau jumlah unit dapat menghasilkan keputusan yang kurang tepat.
Yang seharusnya dibandingkan adalah isi kompetensinya dan kesesuaiannya dengan tujuanmu.
FAQ Seputar Skema Sertifikasi BNSP Digital Marketing
Apa itu skema sertifikasi BNSP digital marketing?
Skema sertifikasi BNSP digital marketing adalah acuan kompetensi yang digunakan dalam proses sertifikasi untuk bidang pemasaran digital. Skema tersebut dapat berbeda berdasarkan LSP yang menyelenggarakannya.
Berapa jumlah unit kompetensi sertifikasi digital marketing?
Tidak ada satu jumlah yang berlaku untuk semua skema. Sebagai contoh, data BNSP saat ini menunjukkan skema Pemasaran Digital pada LSP Digital Marketing Indonesia memiliki 13 unit, sedangkan LSP Teknologi Data Digital Indonesia memiliki skema Pemasaran Digital dengan 10 unit.
Apakah semua LSP memiliki unit kompetensi yang sama?
Tidak. Susunan dan jumlah unit dapat berbeda berdasarkan skema yang ditawarkan oleh masing-masing LSP.
Bagaimana cara mengetahui LSP digital marketing yang resmi?
Cari dan verifikasi LSP melalui database resmi LSP BNSP. Periksa nama LSP, nomor lisensi, status lisensi, dan skema yang tersedia.
Apakah sertifikasi BNSP digital marketing wajib untuk bekerja?
Tidak selalu. Kebutuhan sertifikasi bergantung pada pekerjaan, perusahaan, dan tujuan profesional masing-masing.
Apakah sertifikasi BNSP menjamin diterima kerja?
Tidak. Sertifikasi dapat menjadi salah satu bukti kompetensi, tetapi perusahaan juga dapat mempertimbangkan skill, pengalaman, portofolio, komunikasi, dan faktor lainnya.
Apakah kursus digital marketing sama dengan sertifikasi BNSP?
Tidak. Kursus berfokus pada proses pembelajaran, sedangkan sertifikasi kompetensi melibatkan proses asesmen berdasarkan skema tertentu.
Memilih Sertifikasi Digital Marketing yang Tepat
Skema sertifikasi BNSP digital marketing tidak memiliki satu format yang berlaku untuk semua LSP.
Jumlah unit kompetensi, nama skema, isi kompetensi, persyaratan, dan proses asesmen dapat berbeda. Karena itu, jangan memilih sertifikasi hanya berdasarkan jumlah unit atau label “BNSP”.
Sebelum mendaftar, lakukan beberapa langkah penting:
- tentukan tujuan sertifikasi;
- pilih kompetensi yang relevan dengan pekerjaan;
- periksa nama dan isi skema;
- periksa unit kompetensi;
- verifikasi LSP melalui database resmi BNSP;
- periksa status lisensi;
- pahami persyaratan dan proses asesmen;
- pastikan biaya dan layanan yang ditawarkan jelas.
Dengan cara tersebut, kamu tidak hanya mencari sertifikat, tetapi memilih skema sertifikasi yang benar-benar sesuai dengan kompetensi yang ingin dibuktikan.
Jika kamu ingin membangun kemampuan digital marketing secara lebih menyeluruh sebelum atau sambil mempersiapkan sertifikasi, kamu dapat mempelajari program Full Stack Digital Marketing (FSDM) Digibos untuk memahami strategi, eksekusi, dan berbagai kompetensi digital marketing secara lebih terstruktur.
Jika kamu ingin mengetahui informasi lebih lanjut mengenai program sertifikasi digital marketing di Digibos, termasuk skema, persyaratan, jadwal, dan biaya, kamu dapat hubungi : WHATSAPP ADMIN DIGIBOS.