Panduan Bisnis 19 October 2026

Cara Membuat Landing Page yang Menghasilkan Order, Bukan Sekadar Kunjungan

Ditulis oleh Khairil Fajrin
16 Menit Baca

Landing page bisa membantu bisnis memperkenalkan produk, menawarkan layanan, mengumpulkan leads, atau mengarahkan calon pelanggan untuk melakukan pembelian. Namun, halaman yang terlihat menarik belum tentu menghasilkan order. Pengunjung bisa saja membuka halaman, membaca beberapa informasi, lalu pergi tanpa melakukan tindakan apa pun.

Karena itu, cara membuat landing page tidak cukup dengan memilih template dan memasukkan teks atau gambar. Kamu perlu menentukan tujuan halaman, memahami kebutuhan calon pelanggan, menyusun penawaran yang jelas, dan membuat langkah berikutnya mudah dilakukan.

Kabar baiknya, landing page dapat dibuat melalui beberapa platform, termasuk WordPress, Google Sites, dan Canva. Pilihannya bergantung pada kebutuhan bisnis, kemampuan teknis, serta fitur yang kamu perlukan.

Apa yang Perlu Disiapkan Sebelum Membuat Landing Page?

Sebelum mulai mendesain halaman, tentukan terlebih dahulu apa yang ingin dicapai. Persiapan ini membantu kamu memilih struktur, menulis konten, dan menentukan fitur yang benar-benar dibutuhkan.

1. Tentukan Satu Tujuan Utama

Landing page sebaiknya memiliki satu tujuan utama yang jelas. Misalnya, mengarahkan pengunjung untuk membeli produk, mengisi formulir konsultasi, mendaftar webinar, atau menghubungi tim melalui WhatsApp.

Tujuan tersebut akan memengaruhi seluruh isi halaman. Jika kamu menawarkan jasa desain interior dan ingin memperoleh calon pelanggan, misalnya, halaman dapat diarahkan untuk mendorong pengunjung mengirim permintaan konsultasi. Tombol, formulir, dan informasi yang ditampilkan perlu mendukung tindakan tersebut.

Kamu tetap bisa menyediakan tautan pendukung, seperti menuju profil bisnis atau portofolio. Namun, jangan sampai terlalu banyak pilihan membuat pengunjung kehilangan arah. Prioritaskan tindakan yang paling penting bagi bisnis.

2. Pahami Target Audiens dan Penawarannya

Landing page perlu menjawab kebutuhan orang yang dituju. Sebelum menulis konten, pahami siapa calon pelangganmu, masalah apa yang mereka hadapi, dan alasan apa yang bisa membuat mereka mempertimbangkan produk atau layananmu.

Setelah itu, rumuskan penawaran secara spesifik. Jangan hanya menulis bahwa bisnismu menyediakan layanan berkualitas. Jelaskan layanan yang ditawarkan, siapa yang cocok menggunakannya, dan manfaat apa yang bisa diperoleh.

Contohnya, daripada menulis “Jasa desain interior profesional”, kamu bisa menggunakan pesan yang lebih jelas seperti “Bantu tata ruang rumah kecil agar lebih fungsional tanpa mengabaikan kenyamanan.” Tentu saja, gunakan format seperti ini hanya jika memang sesuai dengan layanan yang diberikan.

3. Siapkan Materi dan Informasi Pendukung

Kumpulkan materi yang dibutuhkan sebelum mulai menyusun halaman. Materi ini dapat berupa foto produk, ilustrasi, portofolio, rincian layanan, harga, pertanyaan yang sering diajukan, dan testimoni pelanggan yang benar-benar tersedia serta boleh digunakan.

Siapkan juga informasi tentang proses pembelian atau konsultasi. Jika pengunjung harus mengisi formulir, tentukan data apa yang memang diperlukan. Jika mereka akan diarahkan ke WhatsApp, siapkan alur komunikasi yang jelas agar calon pelanggan mengetahui apa yang perlu dilakukan setelah mengeklik tombol.

Dengan persiapan tersebut, proses pembuatan landing page akan lebih terarah dan kamu tidak perlu mengisi halaman dengan elemen yang belum memiliki tujuan.

Cara Membuat Landing Page Langkah demi Langkah

cara membuat landing page - Membuat Landing Page Langkah demi Langkah

Setelah persiapan selesai, kamu bisa mulai menyusun halaman. Urutan berikut dapat diterapkan pada berbagai platform, meskipun nama menu dan fitur yang tersedia bisa berbeda.

1. Pilih Platform yang Sesuai

Tentukan platform berdasarkan kebutuhan, bukan hanya karena sedang populer atau menawarkan template gratis. Pertimbangkan kemudahan penggunaan, kebutuhan formulir, pengaturan domain, fleksibilitas desain, dan cara mengukur performa halaman.

Jika kamu ingin mengembangkan halaman dalam website bisnis yang sudah ada, WordPress bisa menjadi pilihan. Sebagai salah satu CMS, WordPress memungkinkan kamu mengelola halaman dan konten melalui dashboard, meskipun fitur yang tersedia bergantung pada versi, tema, dan plugin yang digunakan. Google Sites dapat dipertimbangkan untuk halaman sederhana yang mudah dibuat, sedangkan Canva cocok bagi pengguna yang ingin menyusun halaman visual melalui editor desain.

Perbedaan fitur dan batasan setiap platform perlu diperiksa sebelum memilih. Halaman untuk mengumpulkan leads sederhana memiliki kebutuhan yang berbeda dari landing page produk yang memerlukan integrasi pembayaran atau pelacakan konversi.

2. Susun Struktur Halaman

Jangan langsung memasukkan semua informasi yang dimiliki bisnis. Susun urutan konten berdasarkan pertanyaan yang mungkin muncul di benak calon pelanggan.

Struktur dasar landing page dapat terdiri dari:

  • Headline: menjelaskan penawaran atau manfaat utama.
  • Subheadline: memberikan konteks tambahan agar pengunjung memahami penawaran.
  • Manfaat dan detail: menjelaskan bagaimana produk atau layanan menjawab kebutuhan audiens.
  • Bukti pendukung: dapat berupa portofolio, ulasan asli, studi kasus, atau informasi lain yang dapat diverifikasi.
  • Penawaran dan ketentuan: menjelaskan apa yang diperoleh, harga jika relevan, serta syarat penting.
  • Call to action (CTA): mengarahkan pengunjung menuju tindakan utama.
  • FAQ atau informasi tambahan: menjawab pertanyaan yang berpotensi menghambat keputusan.

Tidak semua landing page harus memiliki seluruh elemen tersebut. Sesuaikan panjang halaman dengan kompleksitas penawaran. Produk sederhana mungkin cukup dijelaskan dalam halaman singkat, sedangkan layanan dengan proses dan biaya yang lebih kompleks bisa memerlukan informasi lebih lengkap.

3. Tulis Headline dan Copy yang Jelas

Headline adalah salah satu bagian pertama yang dibaca pengunjung. Karena itu, gunakan kalimat yang langsung menjelaskan apa yang ditawarkan dan mengapa hal tersebut relevan bagi audiens.

Hindari headline yang hanya terdengar menarik tetapi tidak menjelaskan isi halaman, seperti “Wujudkan Impianmu Sekarang” tanpa konteks tambahan. Untuk layanan konsultasi bisnis, misalnya, headline yang lebih spesifik dapat berbunyi “Konsultasikan Strategi Digital Marketing untuk Bisnismu”.

Setelah headline, gunakan subheadline untuk memperjelas manfaat, cakupan layanan, atau siapa yang dapat memanfaatkannya. Pada bagian berikutnya, jelaskan fitur dan manfaat secara terpisah: fitur menerangkan apa yang tersedia, sedangkan manfaat menjelaskan kegunaannya bagi pelanggan. Jika membutuhkan kerangka untuk menyusun pesan promosi, kamu bisa mempelajari beberapa formula copywriting yang membantu menata pesan agar lebih jelas dan relevan bagi calon pelanggan.

Pastikan setiap klaim dapat dipertanggungjawabkan. Hindari janji hasil yang tidak dapat dijamin, termasuk klaim bahwa suatu halaman pasti menghasilkan penjualan hanya karena menggunakan desain atau formula tertentu.

4. Gunakan Visual yang Mendukung Pesan

Visual membantu pengunjung memahami penawaran, tetapi tidak seharusnya mengalihkan perhatian dari tujuan halaman. Pilih gambar yang relevan, gunakan ukuran yang sesuai, dan pastikan teks tetap mudah dibaca.

Jika menjual produk, tampilkan foto yang menggambarkan kondisi sebenarnya. Jika menawarkan jasa, portofolio atau contoh pekerjaan dapat membantu calon pelanggan memahami hasil pekerjaan yang ditawarkan. Jangan menggunakan foto ilustrasi seolah-olah merupakan hasil kerja atau produk milik bisnismu.

Perhatikan pula ukuran file gambar dan video. Media yang terlalu berat dapat membuat halaman lebih lambat dibuka, sehingga kecepatan website perlu diperhatikan bersama kualitas visual dan kenyamanan pengunjung.

5. Tempatkan CTA pada Titik yang Tepat

CTA atau call to action adalah elemen yang mengarahkan pengunjung untuk melakukan tindakan tertentu. Contohnya, “Pesan Sekarang”, “Minta Penawaran”, “Daftar Webinar”, atau “Konsultasi via WhatsApp”.

Pilih kata-kata yang menjelaskan tindakan berikutnya. Jika pengunjung perlu berkonsultasi terlebih dahulu, jangan menggunakan tombol “Beli Sekarang” apabila tombol tersebut hanya membuka percakapan konsultasi.

CTA utama dapat ditampilkan di bagian awal halaman dan diulang setelah informasi penting disampaikan. Namun, pastikan setiap tombol memiliki tujuan yang konsisten. Tombol yang tidak berfungsi atau mengarah ke halaman yang salah justru dapat menghambat calon pelanggan.

6. Publikasikan dan Periksa Halaman

Sebelum membagikan landing page, periksa kembali seluruh elemen. Pastikan teks terbaca dengan baik, gambar tampil sesuai rencana, tautan berfungsi, formulir dapat dikirim, dan tombol mengarah ke tujuan yang benar.

Jika landing page digunakan untuk kampanye iklan, periksa kesesuaian antara pesan iklan dan isi halaman tujuan. Google Ads juga mempertimbangkan pengalaman landing page dalam menilai relevansi dan kegunaan halaman bagi pengunjung. Karena itu, halaman yang dituju harus benar-benar menjawab apa yang dijanjikan oleh iklan.

Setelah semua pemeriksaan selesai, publikasikan halaman dan buka melalui tautan yang akan digunakan calon pelanggan. Jangan hanya menguji halaman dari editor karena tampilan dan fungsi di halaman publik bisa berbeda.

Cara Membuat Landing Page Gratis

Kamu tidak harus langsung mengeluarkan biaya untuk membuat landing page pertama. Beberapa platform menyediakan opsi gratis yang dapat digunakan untuk mencoba ide, memperkenalkan penawaran, atau mengumpulkan respons awal.

Namun, gratis bukan berarti tanpa batasan. Perhatikan alamat website, branding platform, fitur yang tersedia, serta kemampuan mengukur hasil sebelum menentukan pilihan.

Cara Membuat Landing Page di WordPress

WordPress dapat digunakan untuk membuat landing page sebagai bagian dari website bisnis. Cara dan fitur yang tersedia bergantung pada apakah kamu menggunakan WordPress.com atau WordPress yang dipasang pada hosting sendiri, termasuk tema dan plugin yang digunakan.

Jika menggunakan WordPress.com, alur dasarnya sebagai berikut:

  1. Masuk ke dashboard website dan buka menu Pages.
  2. Pilih Add New Page untuk membuat halaman baru.
  3. Tambahkan judul, teks, gambar, tombol, dan bagian lain sesuai struktur landing page.
  4. Sesuaikan tampilan melalui editor dan pengaturan halaman yang tersedia.
  5. Pratinjau halaman, periksa tautan serta tombol, lalu pilih Publish jika sudah siap.

Kamu juga dapat menggunakan template yang sesuai jika tersedia agar proses penyusunan halaman lebih mudah. Pastikan template tersebut mendukung tujuan landing page, bukan sekadar memiliki tampilan yang menarik.

Jika memakai WordPress dengan hosting sendiri, langkahnya dapat berbeda bergantung pada tema, page builder, dan plugin yang dipasang. Kamu mungkin memiliki fleksibilitas lebih luas, tetapi perlu mengelola hosting, keamanan, pembaruan, dan kompatibilitas komponen sesuai konfigurasi website.

Cara Membuat Landing Page di Google Sites

Google Sites dapat dipertimbangkan jika kamu membutuhkan halaman sederhana tanpa harus mengatur hosting secara terpisah. Platform ini cocok untuk menyajikan informasi, formulir, atau penawaran yang tidak memerlukan fungsi transaksi kompleks.

Langkah dasarnya sebagai berikut:

  1. Buka Google Sites dan buat situs baru.
  2. Pilih tampilan awal atau mulai dari halaman kosong.
  3. Tambahkan judul, teks, gambar, tombol, serta bagian informasi yang diperlukan.
  4. Susun urutan konten agar penawaran dan tindakan utama mudah dipahami.
  5. Periksa tampilan halaman, tautan, dan formulir jika digunakan.
  6. Publikasikan situs melalui menu yang tersedia, lalu uji tautan publiknya.

Sebelum memilih Google Sites untuk kebutuhan bisnis, pastikan fitur yang tersedia cukup untuk tujuan landing page-mu. Jika kamu memerlukan integrasi pembayaran, pengaturan desain yang sangat fleksibel, atau pelacakan konversi tertentu, periksa terlebih dahulu apakah kebutuhan tersebut dapat dipenuhi oleh konfigurasi yang kamu gunakan.

Cara Membuat Landing Page di Canva

Canva dapat menjadi pilihan bagi pemula yang ingin menyusun halaman dengan pendekatan visual. Kamu bisa memulai dari desain website yang tersedia, kemudian menyesuaikan teks, gambar, warna, dan bagian halaman.

Langkah dasarnya sebagai berikut:

  1. Buka Canva dan pilih desain Website atau template yang sesuai.
  2. Susun headline, penjelasan penawaran, visual, dan CTA.
  3. Sesuaikan desain dengan identitas brand serta pastikan teks mudah dibaca.
  4. Gunakan pratinjau untuk memeriksa tampilan desktop dan perangkat seluler.
  5. Buka pengaturan publikasi, tentukan alamat website yang tersedia, lalu periksa pengaturan halaman.
  6. Publikasikan halaman dan buka tautan publik untuk menguji seluruh elemen.

Sebelum menerbitkan halaman, periksa pilihan alamat website, fitur publikasi, serta batasan yang berlaku pada paket akunmu. Jika menggunakan paket gratis, pastikan opsi yang tersedia sudah cukup untuk kebutuhan bisnis, terutama terkait alamat website, jumlah bagian halaman, dan fitur yang dibutuhkan.

Contoh Landing Page untuk Mendapatkan Order

Supaya lebih mudah diterapkan, bayangkan kamu menjalankan bisnis jasa desain interior dan ingin memperoleh permintaan konsultasi dari calon pelanggan.

Landing page tidak harus dimulai dengan sejarah perusahaan yang panjang. Susun informasi berdasarkan hal yang perlu diketahui calon pelanggan sebelum menghubungi bisnis.

Headline
“Buat Ruang Rumah Lebih Fungsional dengan Jasa Desain Interior yang Sesuai Kebutuhanmu”

Subheadline
“Diskusikan kebutuhan ruang, gaya desain, dan rencana anggaran bersama tim sebelum menentukan konsep yang sesuai.”

Bagian manfaat
Jelaskan bagaimana proses konsultasi berlangsung, jenis ruang yang dapat ditangani, dan informasi apa yang akan dibahas. Jangan menambahkan janji mengenai biaya atau hasil jika belum ada dasar yang jelas.

Bukti pendukung
Tampilkan foto proyek yang benar-benar pernah dikerjakan, informasi layanan yang dapat diverifikasi, atau testimoni pelanggan dengan izin yang sesuai. Jika bisnis belum memiliki portofolio, jangan membuat testimoni fiktif. Kamu dapat menjelaskan proses kerja dan ruang lingkup layanan secara transparan.

CTA utama
“Jadwalkan Konsultasi”

Tombol dapat mengarah ke formulir singkat atau WhatsApp dengan pesan awal yang relevan. Jika menggunakan formulir, mintalah informasi yang memang diperlukan, misalnya nama, kontak, jenis ruang, dan gambaran kebutuhan.

Contoh ini menunjukkan bahwa landing page yang terarah bukan sekadar halaman dengan desain bagus. Setiap bagian membantu calon pelanggan memahami penawaran, menilai kecocokannya dengan kebutuhan mereka, dan mengambil langkah berikutnya dengan lebih mudah.

Elemen Landing Page yang Mendukung Konversi

Setelah halaman selesai disusun, periksa kembali beberapa elemen berikut untuk memastikan halaman mendukung tujuan bisnis.

Headline yang Relevan

Headline perlu selaras dengan kebutuhan audiens dan sumber kunjungan. Jika pengunjung datang dari iklan yang menawarkan konsultasi gratis, halaman harus menjelaskan konsultasi tersebut dengan jelas, termasuk ketentuan yang berlaku.

Manfaat dan Bukti yang Dapat Dipercaya

Jelaskan manfaat secara spesifik dan dukung klaim dengan informasi yang relevan. Portofolio, studi kasus, ulasan pelanggan yang autentik, atau rincian proses kerja dapat membantu pengunjung memahami penawaran. Jangan menggunakan bukti sosial yang tidak nyata atau mengklaim hasil pelanggan tanpa izin dan dasar yang memadai.

CTA yang Konsisten

Pastikan tindakan utama mudah ditemukan dan kata-katanya sesuai dengan proses yang akan dijalani pengunjung. Jika tujuan halaman adalah mengumpulkan leads, CTA dapat mengarahkan pengunjung ke formulir atau konsultasi. Jika tujuan halaman adalah pembelian, tombol harus mengarah ke alur pembelian yang benar-benar tersedia.

Formulir yang Tidak Berlebihan

Mintalah informasi secukupnya untuk memulai proses. Formulir yang meminta terlalu banyak data sejak awal dapat menambah hambatan bagi pengunjung. Tentukan setiap kolom berdasarkan kebutuhan tindak lanjut, bukan sekadar mengumpulkan informasi sebanyak mungkin.

Tampilan yang Nyaman di Perangkat Seluler

Periksa ukuran teks, jarak antarelemen, tampilan gambar, serta posisi tombol ketika dibuka melalui ponsel. Pastikan pengunjung tidak perlu memperbesar layar berulang kali atau menggulir terlalu jauh hanya untuk menemukan tindakan utama.

Cara Mengevaluasi dan Mengoptimalkan Landing Page

cara membuat landing page - evaluasi dan optimasi Landing Page

Setelah landing page dipublikasikan, pekerjaan belum selesai. Evaluasi diperlukan untuk mengetahui apakah halaman benar-benar membantu mencapai tujuan yang ditentukan sejak awal.

Ukur Tindakan yang Sesuai dengan Tujuan

Jika tujuan halaman adalah mendapatkan leads, perhatikan jumlah formulir yang berhasil dikirim atau permintaan konsultasi yang masuk. Jika tujuan halaman adalah penjualan, periksa jumlah transaksi dan nilai penjualan yang dapat dikaitkan dengan halaman tersebut.

Kamu juga dapat melihat jumlah kunjungan, klik pada CTA, dan tingkat konversi. Tingkat konversi dihitung dengan membandingkan jumlah tindakan yang ditargetkan dengan jumlah pengunjung atau sesi yang digunakan sebagai dasar pengukuran. Pastikan definisi dan periode pengukurannya konsisten saat membandingkan hasil.

Landing page juga perlu dipahami sebagai bagian dari upaya pemasaran yang lebih luas. Dalam strategi SEO marketing, misalnya, traffic organik perlu dihubungkan dengan tujuan bisnis dan tindakan yang ingin dicapai, bukan hanya dilihat dari jumlah kunjungan.

Cari Hambatan dalam Perjalanan Pengunjung

Jika banyak orang membuka halaman tetapi sedikit yang mengeklik CTA, periksa apakah penawaran mudah dipahami, manfaatnya relevan, atau tombolnya sulit ditemukan. Jika banyak pengunjung mengeklik tombol tetapi tidak menyelesaikan formulir, periksa apakah formulir terlalu panjang, mengalami kendala teknis, atau meminta informasi yang belum perlu diberikan.

Selain memeriksa alur pengunjung, kamu juga bisa menggunakan tools SEO checker untuk membantu menemukan masalah pada aspek SEO website yang perlu diperiksa. Hasilnya dapat menjadi bahan evaluasi tambahan, meskipun tidak secara langsung menunjukkan apakah landing page berhasil menghasilkan konversi.

Jangan langsung menyimpulkan penyebabnya dari satu metrik. Gunakan data yang tersedia dan, jika memungkinkan, amati prosesnya secara langsung untuk menemukan masalah yang benar-benar terjadi.

Uji Perubahan Secara Bertahap

Kamu dapat menguji perubahan pada headline, urutan informasi, visual, CTA, atau panjang formulir. Ubah satu elemen utama pada satu waktu jika memungkinkan, lalu bandingkan hasilnya dalam kondisi yang cukup sebanding.

Hindari menyimpulkan bahwa satu versi pasti lebih baik hanya berdasarkan sedikit kunjungan atau perubahan jangka pendek. Jika jumlah pengunjung masih rendah, kumpulkan data lebih banyak atau gunakan masukan dari calon pelanggan untuk menentukan perbaikan berikutnya.

Perlu diingat, landing page tidak menjamin order secara otomatis. Hasilnya juga dipengaruhi kualitas penawaran, harga, sumber traffic, kebutuhan pasar, kepercayaan terhadap bisnis, dan proses tindak lanjut setelah pengunjung menghubungi kamu.

FAQ Seputar Cara Membuat Landing Page

Apakah landing page bisa dibuat secara gratis?

Bisa. Platform seperti WordPress.com, Google Sites, dan Canva menyediakan pilihan untuk membuat halaman tanpa biaya awal, tetapi fitur, alamat website, dan batasan publikasinya berbeda. Periksa kebutuhan bisnismu sebelum memilih platform.

Bagaimana cara membuat landing page untuk jualan?

Mulailah dengan menentukan produk dan target pembeli, kemudian jelaskan penawaran serta manfaatnya secara spesifik. Tambahkan visual yang relevan, informasi pendukung yang dapat dipercaya, dan CTA yang mengarahkan calon pembeli ke proses pemesanan. Setelah halaman diterbitkan, evaluasi hasil berdasarkan kunjungan, tindakan, dan transaksi yang terjadi.

Apakah WordPress bisa digunakan untuk membuat landing page?

Bisa. Landing page dapat dibuat sebagai halaman tersendiri pada website WordPress. Cara pembuatannya bergantung pada apakah kamu menggunakan WordPress.com atau WordPress dengan hosting sendiri, termasuk tema dan alat penyusun halaman yang tersedia.

Apa perbedaan landing page dan website biasa?

Website bisnis umumnya memiliki beberapa halaman dengan fungsi berbeda, seperti beranda, profil, layanan, dan kontak. Landing page berfokus pada satu tujuan utama, misalnya mengumpulkan leads atau mendorong pembelian. Landing page dapat menjadi bagian dari website yang sudah ada maupun diterbitkan melalui platform pembuat halaman.

Apakah landing page harus menggunakan domain sendiri?

Tidak selalu. Kamu dapat menggunakan alamat yang disediakan platform untuk memulai. Namun, domain sendiri bisa lebih sesuai jika kamu ingin membangun identitas brand secara konsisten, memiliki alamat yang mudah diingat, dan menggunakan halaman sebagai bagian dari aset digital bisnis jangka panjang.

Apakah landing page yang bagus pasti menghasilkan order?

Tidak. Desain dan struktur yang baik dapat membantu pengunjung memahami penawaran serta mengambil tindakan, tetapi order tetap dipengaruhi faktor lain, seperti kebutuhan audiens, harga, kepercayaan, kualitas traffic, dan proses penjualan. Karena itu, landing page perlu dievaluasi dan diperbaiki berdasarkan data.

Landing Page yang Efektif Dimulai dari Tujuan dan Strategi yang Tepat

Landing page dapat membantu bisnis mengarahkan pengunjung pada tindakan yang sesuai dengan tujuan pemasaran, mulai dari mengisi formulir hingga melakukan pemesanan. Agar fungsinya optimal, halaman perlu dirancang dengan memahami target audiens, menyusun informasi secara jelas, menempatkan CTA yang relevan, serta mengevaluasi performanya secara berkala. Dengan begitu, landing page tidak hanya menjadi halaman yang menarik secara visual, tetapi juga mendukung kebutuhan bisnis.

Jika kamu ingin memahami cara menyusun strategi pemasaran yang lebih menyeluruh, Bootcamp Digital Marketing dari Digibos dapat menjadi pilihan untuk dipelajari. Jika bisnismu membutuhkan website yang dirancang sesuai kebutuhan, termasuk sebagai fondasi untuk mengembangkan landing page dan aktivitas pemasaran digital, kamu juga dapat mempertimbangkan layanan Jasa Pembuatan Website dari Digibos.

Content Creator

Khairil Fajrin

SEO & Web Content Writer | Creative Writer Turning research, ideas, and words into content people can find, read, and remember. Writing for web, storytelling, and songwriting since 2022.

Mini Bootcamp SEO Era AI

Pendaftaran yang dibuka

Daftar Sekarang