Panduan Bisnis 21 October 2026

Cara Menentukan Harga Jual Produk agar Untung tapi Tetap Laku (+ Rumus & Contoh)

Ditulis oleh Khairil Fajrin
13 Menit Baca

Menentukan harga jual produk bukan sekadar menambahkan keuntungan di atas modal. Kamu juga perlu menghitung biaya operasional, mempertimbangkan harga pesaing, memahami daya beli target pasar, dan memastikan harga tersebut tetap memberikan keuntungan bagi bisnis.

Harga yang terlalu tinggi bisa membuat calon pelanggan beralih ke produk lain. Sebaliknya, harga yang terlalu rendah berisiko membuat keuntungan tidak cukup untuk menutup seluruh biaya. Karena itu, cara menentukan harga jual produk perlu dilakukan dengan perhitungan yang jelas dan disesuaikan dengan kondisi bisnis.

Selain perhitungan biaya, harga juga perlu selaras dengan strategi digital marketing yang digunakan bisnis untuk menjangkau target pasar dan mengomunikasikan nilai produk. Dengan begitu, harga tidak hanya berfungsi sebagai penentu pendapatan, tetapi juga menjadi bagian dari strategi pemasaran.

Apa yang Perlu Dihitung Sebelum Menentukan Harga Jual?

Sebelum menentukan nominal harga, kamu perlu mengetahui biaya yang dikeluarkan untuk menyediakan produk dan menjalankan penjualan. Perhitungan ini menjadi dasar untuk menentukan harga yang dapat menutup biaya sekaligus memberikan keuntungan.

1. Hitung Modal dan Biaya per Produk

Langkah pertama adalah menghitung biaya yang berkaitan dengan penyediaan produk. Untuk bisnis yang memproduksi barang sendiri, biaya dapat mencakup bahan baku, tenaga kerja, dan biaya produksi lainnya. Jika kamu menjual kembali produk dari pemasok, perhitungkan harga pembelian dan biaya tambahan yang diperlukan sebelum produk siap dijual.

Misalnya, total biaya produksi dan operasional yang dialokasikan untuk 100 produk adalah Rp4.000.000. Biaya per produknya dapat dihitung sebagai berikut:

Angka tersebut menjadi dasar awal perhitungan harga jual. Pastikan biaya yang dimasukkan sudah mencakup komponen yang relevan dan dialokasikan secara realistis. Jika masih ada biaya penjualan yang belum dihitung, keuntungan sebenarnya bisa lebih kecil daripada perkiraan.

2. Perhitungkan Biaya Penjualan dan Promosi

Biaya produk bukan satu-satunya pengeluaran yang perlu diperhitungkan. Penjualan dapat melibatkan biaya pengemasan, biaya transaksi, komisi marketplace, subsidi pengiriman, dan pengeluaran promosi. Jika kamu menggunakan iklan berbayar untuk menjangkau calon pelanggan, biaya iklan juga perlu masuk dalam perhitungan sesuai metode pencatatan yang digunakan.

Sebagai contoh, bisnis yang menjalankan iklan berbayar melalui Meta Ads perlu memperhitungkan pengeluaran kampanye ketika mengevaluasi keuntungan dari penjualan yang dihasilkan. Biaya tersebut dapat dihitung berdasarkan transaksi jika datanya tersedia, atau dianalisis sebagai biaya pemasaran dalam periode tertentu.

Dengan mencatat biaya secara menyeluruh, kamu bisa menghindari penetapan harga yang terlihat menguntungkan di atas kertas, tetapi ternyata tidak menutup pengeluaran bisnis.

3. Tentukan Target Keuntungan

Setelah mengetahui biaya per produk, tentukan keuntungan yang ingin diperoleh. Target ini sebaiknya mempertimbangkan kondisi pasar, karakter produk, kebutuhan bisnis, dan biaya lain yang mungkin timbul selama penjualan.

Kamu juga perlu membedakan markup dan margin. Markup menghitung keuntungan berdasarkan biaya produk, sedangkan margin menghitung keuntungan sebagai persentase dari harga jual. Perbedaan dasar perhitungan ini membuat hasil harga jualnya tidak selalu sama, meskipun persentase yang digunakan terlihat serupa.

Rumus Cara Menentukan Harga Jual Produk

Ada beberapa pendekatan yang bisa digunakan untuk menghitung harga jual. Dua metode yang umum dipakai adalah menggunakan markup dan menentukan harga berdasarkan target margin. Keduanya dapat membantu memperkirakan harga, tetapi hasil akhirnya tetap perlu dibandingkan dengan kondisi pasar dan seluruh biaya bisnis.

Menghitung Harga Jual dengan Markup

Markup adalah persentase tambahan yang diterapkan pada biaya produk. Rumusnya:


Misalnya, biaya per produk adalah Rp40.000 dan kamu ingin menggunakan markup sebesar 30%.
Harga jual = Rp40.000 × (1 + 30%)
Harga jual = Rp40.000 × 1,3
Harga jual = Rp52.000

Dengan harga tersebut, selisih antara harga jual dan biaya produk adalah Rp12.000. Namun, selisih ini belum tentu menjadi keuntungan bersih karena biaya penjualan, promosi, dan pengeluaran lainnya masih perlu diperhitungkan.

Menghitung Harga Jual dengan Target Margin

Jika kamu ingin menentukan harga berdasarkan persentase keuntungan terhadap harga jual, gunakan rumus margin berikut:


Misalnya, biaya per produk adalah Rp40.000 dan target margin yang diinginkan sebesar 30%.
Harga jual = Rp40.000 ÷ (1 − 30%)
Harga jual = Rp40.000 ÷ 0,7
Harga jual ≈ Rp57.143

Pada harga tersebut, selisih antara harga jual dan biaya produk sekitar Rp17.143. Nilai itu setara dengan margin 30% sebelum memperhitungkan biaya lain yang belum dimasukkan ke dalam biaya produk.

Apa Perbedaan Markup dan Margin?

Perbedaan utamanya terletak pada dasar perhitungan persentase keuntungan.

AspekMarkupMargin
Dasar perhitunganBiaya produkHarga jual
RumusBiaya × (1 + markup)Biaya ÷ (1 − margin)
Contoh persentase30% dari biaya30% dari harga jual
Harga jual pada biaya Rp40.000Rp52.000Sekitar Rp57.143
cara menentukan harga jual produk - markup vs margin

Dengan biaya produk yang sama, markup 30% menghasilkan harga jual yang lebih rendah daripada target margin 30%. Karena itu, pastikan kamu menggunakan metode yang sesuai dengan tujuan perhitungan dan tidak menganggap kedua persentase tersebut memiliki arti yang sama.

Cara Menentukan Harga Jual yang Kompetitif

Harga yang menguntungkan tetap perlu mempertimbangkan kondisi pasar. Produk dengan biaya dan fitur serupa bisa memiliki harga berbeda karena target pelanggan, kualitas, layanan, dan posisi mereknya tidak selalu sama.

1. Bandingkan Harga Produk Kompetitor

Amati harga produk sejenis yang menyasar pasar serupa. Perhatikan juga kualitas, ukuran, fitur, kemasan, layanan, dan penawaran yang diberikan. Perbandingan ini membantu kamu memahami rentang harga di pasar, tetapi tidak berarti bisnis harus selalu menetapkan harga paling murah.

Jika biaya produkmu lebih tinggi daripada kompetitor, cari tahu apakah ada nilai tambahan yang dapat menjelaskan perbedaan harga tersebut. Sebaliknya, jika harga yang kamu tetapkan jauh lebih rendah, pastikan bisnis masih mampu menutup biaya dan mempertahankan kualitas yang dijanjikan.

2. Sesuaikan Harga dengan Target Audiens

Harga perlu mempertimbangkan kemampuan dan kebutuhan calon pelanggan. Produk yang ditujukan kepada segmen premium, misalnya, dapat menggunakan pendekatan berbeda dari produk yang menyasar pembeli dengan anggaran terbatas.

Memahami target audiens membantu bisnis memperkirakan kebutuhan, pertimbangan pembelian, dan nilai yang dicari pelanggan. Informasi ini dapat menjadi bahan untuk menentukan harga sekaligus merancang pesan pemasaran yang sesuai.

3. Pertimbangkan Positioning Produk

Harga juga menyampaikan pesan tentang bagaimana produk ingin dipersepsikan. Produk yang menawarkan bahan, layanan, atau pengalaman khusus mungkin memiliki pendekatan harga berbeda dari produk yang mengutamakan keterjangkauan.

Karena itu, harga sebaiknya selaras dengan brand awareness dan persepsi yang ingin dibangun. Meski begitu, harga tinggi saja tidak otomatis membuat produk terlihat premium. Klaim nilai produk perlu didukung kualitas, pengalaman pelanggan, dan komunikasi yang konsisten.

Contoh Cara Menghitung Harga Jual agar Tetap Untung

Rumus akan lebih mudah diterapkan jika kamu melihat bagaimana harga jual berubah ketika ada diskon dan biaya penjualan tambahan.

Misalnya, sebuah produk memiliki biaya Rp40.000. Jika bisnis menggunakan markup 30%, harga jual awalnya adalah Rp52.000. Selisih Rp12.000 tersebut masih perlu dibaca sebagai keuntungan kotor sebelum biaya lain yang belum diperhitungkan.

Sekarang, anggap bisnis ingin menggunakan harga yang memberikan target margin 30%, yaitu sekitar Rp57.143. Jika produk mendapat diskon 10%, perhitungannya menjadi:

  • Harga sebelum diskon: sekitar Rp57.143
  • Diskon 10%: sekitar Rp5.714
  • Harga setelah diskon: sekitar Rp51.429
  • Selisih setelah dikurangi biaya produk Rp40.000: sekitar Rp11.429

Setelah diskon, selisih terhadap biaya produk turun menjadi sekitar Rp11.429. Margin terhadap harga transaksi juga berubah menjadi sekitar 22,2%, sebelum memperhitungkan biaya lainnya.

Bagaimana jika penjualan melibatkan marketplace dan iklan? Sebagai ilustrasi, anggap biaya marketplace sebesar 5% dari transaksi dan biaya iklan yang dialokasikan untuk satu transaksi sebesar Rp3.000. Persentase marketplace tersebut hanya asumsi untuk contoh perhitungan, bukan tarif resmi Shopee atau platform tertentu.

Dengan harga transaksi sekitar Rp51.429:

  • Selisih setelah biaya produk: sekitar Rp11.429
  • Asumsi biaya marketplace 5%: sekitar Rp2.571
  • Biaya iklan per transaksi: Rp3.000
  • Sisa setelah komponen di atas: sekitar Rp5.858
cara menentukan harga jual produk - contoh menentukannya

Sisa tersebut belum tentu merupakan keuntungan bersih karena masih ada kemungkinan biaya lain yang belum dimasukkan. Contoh ini menunjukkan mengapa harga jual perlu dihitung dengan mempertimbangkan diskon dan biaya penjualan, bukan hanya selisih antara harga jual awal dan modal produk.

Cara Menentukan Harga Jual di Shopee

Jika kamu berjualan melalui Shopee, perhitungan harga perlu mempertimbangkan biaya produk dan komponen lain yang berlaku pada akun serta program penjualan yang digunakan. Biaya dapat berubah sesuai ketentuan platform, kategori, atau partisipasi dalam program tertentu. Karena itu, jangan mengandalkan angka dari tutorial lama tanpa memeriksa informasi terbaru.

1. Periksa Biaya dan Potongan yang Berlaku

Catat komponen biaya yang relevan, seperti biaya administrasi atau layanan, biaya program promosi jika diikuti, serta pengeluaran lain yang ditanggung penjual. Jangan langsung menggunakan satu persentase untuk semua produk atau semua penjual karena ketentuannya dapat berbeda.

Gunakan Seller Centre Shopee untuk mengelola toko, lalu periksa informasi biaya dan program penjualan melalui pusat bantuan resmi Shopee. Pastikan setiap komponen yang dimasukkan ke perhitungan sesuai dengan ketentuan yang berlaku pada akunmu.

2. Hitung Keuntungan dari Harga Transaksi

Harga yang terlihat di halaman produk belum tentu sama dengan nominal yang menjadi dasar penerimaan penjual setelah diskon dan potongan tertentu. Karena itu, perhitungkan harga transaksi aktual, biaya produk, biaya layanan, subsidi promosi yang ditanggung penjual, dan pengeluaran lain yang relevan.

Kamu dapat menggunakan spreadsheet sederhana untuk mencatat harga awal, diskon, biaya produk, potongan marketplace, serta biaya promosi. Perhitungan seperti ini membantu membandingkan hasil penjualan antarproduk dan mengevaluasi apakah harga yang digunakan masih sesuai dengan target keuntungan bisnis.

Cara Mendukung Penjualan setelah Harga Ditentukan

Menetapkan harga yang tepat belum menjamin produk akan langsung terjual. Calon pelanggan tetap perlu mengetahui produk, memahami manfaatnya, dan menemukan alasan untuk mempertimbangkan pembelian. Karena itu, strategi penjualan perlu mendukung harga yang sudah ditentukan.

Promosikan Produk dengan Pesan yang Relevan

Komunikasikan manfaat dan nilai produk sesuai kebutuhan target pasar. Hindari hanya menonjolkan harga jika ada manfaat lain yang penting bagi calon pelanggan. Penjelasan tentang kegunaan, fitur, cara penggunaan, atau perbedaan produk dapat membantu audiens memahami alasan di balik harga yang ditawarkan.

Penerapan cara mempromosikan produk dapat disesuaikan dengan karakter bisnis, kanal yang digunakan, dan tujuan penjualan. Pastikan penawaran yang disampaikan tetap akurat dan sesuai dengan pengalaman yang akan diterima pelanggan.

Sesuaikan Konten dengan Kanal Penjualan

Setiap platform memiliki karakteristik audiens dan format konten yang berbeda. Jika kamu menggunakan TikTok, video demonstrasi atau penjelasan singkat dapat membantu calon pembeli memahami produk. Panduan cara jualan di TikTok dapat menjadi referensi untuk menyesuaikan aktivitas penjualan dengan platform tersebut.

Untuk promosi melalui media sosial, pesan yang jelas juga perlu didukung caption yang relevan. Referensi contoh caption jualan dapat membantu mengembangkan cara penyampaian manfaat produk, penawaran, dan ajakan bertindak tanpa membuat komunikasi terasa berlebihan.

Evaluasi Hasil Promosi dan Penjualan

Setelah promosi berjalan, periksa apakah aktivitas tersebut membantu mendatangkan kunjungan, pertanyaan, dan transaksi yang relevan. Jumlah tayangan atau interaksi saja belum cukup untuk menilai keberhasilan jika tujuan akhirnya adalah penjualan yang menguntungkan.

Evaluasi dapat mencakup jumlah transaksi, nilai penjualan, biaya promosi, dan sisa keuntungan setelah biaya yang relevan diperhitungkan. Memahami KPI digital marketing juga dapat membantu kamu menghubungkan performa pemasaran dengan tujuan bisnis. Dengan begitu, keputusan untuk mengubah harga atau penawaran dapat didasarkan pada data, bukan hanya perkiraan.

Cara Menyesuaikan Harga tanpa Mengorbankan Keuntungan

Harga jual tidak selalu harus tetap sama sepanjang waktu. Perubahan biaya, persaingan, kebutuhan pelanggan, atau hasil penjualan dapat menjadi alasan untuk mengevaluasi harga. Namun, setiap perubahan sebaiknya didasarkan pada perhitungan agar bisnis tidak kehilangan keuntungan tanpa menyadarinya.

Periksa Kembali Struktur Biaya

Jika keuntungan semakin kecil, periksa kembali biaya produk, pengemasan, distribusi, komisi, dan promosi. Ada kemungkinan harga jual masih sesuai dengan pasar, tetapi biaya yang dikeluarkan terlalu besar. Dalam kondisi tersebut, memperbaiki efisiensi operasional bisa menjadi pilihan sebelum menaikkan harga.

Perkuat Nilai Produk

Ketika produk sulit bersaing hanya dari sisi harga, evaluasi nilai yang ditawarkan kepada pelanggan. Informasi yang lebih jelas, layanan yang lebih baik, kemasan yang sesuai, atau pengalaman pembelian yang lebih nyaman dapat menjadi bagian dari nilai produk jika memang relevan dengan kebutuhan konsumen.

Penyesuaian ini perlu didukung oleh kualitas dan pengalaman nyata, bukan sekadar klaim promosi. Tujuannya agar calon pelanggan memahami alasan di balik harga yang ditawarkan.

Uji Penawaran dan Evaluasi Hasilnya

Jika ingin menguji diskon, bundling, atau variasi penawaran, hitung terlebih dahulu dampaknya terhadap margin dan biaya penjualan. Bandingkan hasilnya berdasarkan periode dan kondisi yang sebanding agar kamu dapat memahami apakah perubahan tersebut membantu meningkatkan penjualan sekaligus menjaga keuntungan.

Hindari mengubah terlalu banyak variabel dalam waktu bersamaan tanpa pencatatan yang jelas. Dengan begitu, kamu bisa lebih mudah menilai apakah hasil yang berubah berkaitan dengan harga, promosi, produk, atau faktor lain.

Kesalahan yang Perlu Dihindari saat Menentukan Harga Jual

Beberapa kesalahan dapat membuat harga terlihat menarik, tetapi justru menyulitkan bisnis mempertahankan keuntungan.

  • Menghitung modal saja: biaya penjualan, pengemasan, dan promosi yang terlewat dapat mengurangi keuntungan aktual.
  • Menyamakan markup dengan margin: kedua metode menggunakan dasar perhitungan yang berbeda sehingga hasil harga jualnya tidak sama.
  • Memberikan diskon tanpa simulasi: harga setelah diskon perlu dihitung ulang agar bisnis mengetahui sisa keuntungan yang diperoleh.
  • Mengikuti harga kompetitor tanpa menghitung biaya sendiri: harga pasar bisa menjadi pembanding, tetapi tidak otomatis cocok untuk struktur biaya bisnis kamu.
  • Mengabaikan perubahan biaya marketplace: biaya dan program penjualan perlu diperiksa kembali agar perhitungan tidak menggunakan informasi yang sudah tidak berlaku.
  • Menganggap harga paling murah pasti paling laku: keputusan pembelian juga dipengaruhi kebutuhan, kualitas, kepercayaan, dan nilai produk.
  • Menilai keberhasilan hanya dari jumlah pesanan: peningkatan penjualan belum tentu meningkatkan keuntungan jika biaya promosi dan potongan terlalu besar.

Dengan menghindari kesalahan tersebut, kamu dapat menggunakan harga sebagai bagian dari keputusan bisnis yang lebih terukur, bukan sekadar angka yang ditetapkan berdasarkan perkiraan.

FAQ Cara Menentukan Harga Jual Produk

Bagaimana rumus dasar untuk menentukan harga jual produk?

Salah satu rumus dasar menggunakan markup adalah harga jual = biaya per produk × (1 + persentase markup). Jika biaya produk Rp40.000 dan markup 30%, harga jualnya menjadi Rp52.000 sebelum memperhitungkan biaya lain yang belum dimasukkan.

Apa perbedaan markup dan margin dalam menentukan harga jual?

Markup menghitung keuntungan berdasarkan biaya produk, sedangkan margin menghitung keuntungan sebagai persentase dari harga jual. Karena dasar perhitungannya berbeda, markup 30% tidak menghasilkan margin 30%.

Bagaimana cara menentukan harga jual jika produk akan diberi diskon?

Hitung harga transaksi setelah diskon, lalu kurangi biaya produk dan biaya penjualan yang relevan. Perhitungan ini membantu kamu mengetahui sisa keuntungan setelah promosi, bukan hanya melihat persentase diskon dari harga awal.

Bagaimana cara menentukan harga jual di Shopee?

Mulailah dengan menghitung biaya produk, kemudian periksa potongan, biaya layanan, dan program penjualan yang berlaku pada akunmu. Gunakan informasi resmi Shopee yang terbaru dan hitung kembali sisa keuntungan berdasarkan harga transaksi aktual.

Apakah harga jual harus lebih murah daripada kompetitor?

Tidak selalu. Harga perlu mempertimbangkan biaya, target pasar, kualitas, nilai produk, dan positioning bisnis. Harga yang lebih tinggi tetap dapat dipertimbangkan jika nilai yang ditawarkan relevan bagi pelanggan dan didukung pengalaman yang sesuai.

Jadikan Harga Jual Bagian dari Strategi Pemasaran

Harga jual perlu dievaluasi bersama performa penjualan dan aktivitas pemasaran. Jika produk memperoleh banyak kunjungan tetapi sedikit transaksi, misalnya, kamu perlu memeriksa apakah penyebabnya berkaitan dengan harga, penawaran, informasi produk, atau faktor lain dalam proses pembelian.

Evaluasi juga perlu menggunakan indikator pemasaran yang sesuai dengan tujuan bisnis. Dengan menghubungkan data pemasaran dan perhitungan biaya, kamu dapat memahami apakah promosi benar-benar mendukung penjualan yang menguntungkan.

Jika ingin memperdalam pemahaman tentang pemasaran digital, kamu bisa mempertimbangkan Mini Bootcamp Digital Marketing. Sementara itu, jika bisnis membutuhkan bantuan untuk menjaga konsistensi konten dan komunikasi di media sosial, Jasa Kelola Sosial Media dapat menjadi pilihan untuk mendukung aktivitas pemasaran.

Content Creator

Khairil Fajrin

SEO & Web Content Writer | Creative Writer Turning research, ideas, and words into content people can find, read, and remember. Writing for web, storytelling, and songwriting since 2022.

Mini Bootcamp SEO Era AI

Pendaftaran yang dibuka

Daftar Sekarang