fbpx

Paid Promote Vs Endorse: Penjelasan dan Perbedaannya

digibos.id (Paid Promote Vs Endorse) – Seperti yang kita tahu bahwa strategi pemasaran dalam dunia bisnis memiliki banyak sekali cara yang dapat digunakan untuk memperkanalkan produk atau layanan serta meningkatkan penjualan penjual. Strategi pemasaran yang dilakukan saat ini lebih banyak memanfaatkan pemasaran online. Ini karena pemasaran online akan lebih efektif untuk dilakukan oleh para pelaku bisnis daripada melakukan pemasaran secara konvensional. Pada pemasaran online sendiri memiliki banyak sekali strategi yang dapat dilakukan. Salah satunya dengan memanfaatkan media sosial seperti Instagram, YouTube atau TikTok untuk melakukan paid promote atau endorse.

Paid Promote Vs Endorse

Lalu, apa penjelasan dan juga perbedaan antara paid promote dengan endorse yang dapat dilakukan dalam strategi pemasaran? Berikut ini akan dijelaskan secara lengkap.

Penjelasan Paid Promote dan Endorse

Secara definisi, paid promote merupakan sebuah promosi berbayar dengan menggunakan jasa influencer atau selebritis guna menyampaikan informasi, memperkenalkan produk atau untuk menjangkau target yang lebih luas berdasarkan materi yang diberikan. Biasanya, jasa paid promote ini juga dapat ditemukan pada akun himpunan mahasiswa, akun-akun event ataupun yang lainnya.

Sedangkan, endorse merupakan sebuah iklan dengan menggunakan toko atau selebritas terkenal yang telah mendapatkan kepercayaan, rasa hormat, atau kesadaran tinggi di mata public. Endorse ini memiliki visibilitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan paid promote. Pasalnya, ketika pelaku bisnis melakukan endorse, maka mereka akan mengirimkan produknya kepada selebritas untuk melakukan review dan memperkenalkan serta menyampaikan informasi tentang produk atau layanan yang dikirimkan. Sedangkan paid promote, penjual hanya perlu mengirimkan materi produk saja.

Perbedaan Paid Promote Vs Endorse

1. Konten yang Dipromosikan

Perbedaan pertama dari paid promote vs endorse adalah konten yang dipromosikan. Pada konten paid promote, influencer atau selebritas sama sekali tidak menampilkan dirinya. Mereka hanya bertanggung jawab untuk mem-posting konten yang telah disiapkan sebelumnya oleh brand. Sedangkan, endorse akan lebih mengutamakan influencer atau selebritas yang juga menampilkan dirinya saat menggunakan atau me-review produk dari brand. Konten yang lebih mengutamakan influencer untuk menampilkan dirinya akan lebih berkesan dalam benak dan juga persepsi audiens, yang seakan-akan bahwa produk yang digunakan sangat direkomendasikan.

Strategi paid promote akan lebih terlihat bahwa brand sudah membayar influencer untuk melakukan iklan melalui akunnya karena terlihat tidak natural. Sedangkan strategi endorse terlihat lebih natural, sehingga terkadang audiens percaya bahwa produk tersebut telah direkomendasikan oleh mereka. Hal ini akan berdampak pada hasil yang diperoleh oleh brand itu sendiri. Dengan memanfaatkan strategi endorse, maka akan lebih menguntungkan bagi brand namun perlu diketahui bahwa menjalankan endorse juga memakan lebih banyak biaya dibandingkan dengan paid promote.

2. Potensi Keberhasilan Promosi

Perbedaan dari paid promote vs endorse yang kedua adalah potensi mengenai keberhasilan promosi. Seperti yang sudah dibahas pada poin pertama, bahwa konten yang dipromosikan berbeda antara paid promote dengan endorse. Tampaknya konten endorse akan lebih berpotensi dalam menarik perhatian audiens dibandingkan dengan paid promote. Karena audiens akan lebih percaya ketika sebuah produk di-review oleh selebritas yang sudah memiliki visibilitas tinggi di ruang publik. Konten-konten dari endorse akan lebih memicu consumer trust (kepercayaan konsumen) jika dibandingkan dengan konten paid promote.

Namun, potensi keberhasilan akan tetap berdasar pada strategi yang diterapkan kepada dua jenis promosi ini. Strategi tersebut dapat berupa pemilihan influencer, ketepatan waktu dan lain sebagainya. Menggunakan strategi yang tepat untuk paid promote maupun endorse akan tetap memberikan dampak pada keberhasilan sebuah brand. Maka dari itu, brand sendiri juga harus mampu menentukan tujuan sebelum melakukan strategi pemasaran.

3. Biaya yang Dikeluarkan

Perbedaan berikutnya adalah mengenai biaya yang dikeluarkan untuk promosi dengan menggunakan paid promote dan endorse. Biaya ini digunakan untuk menjalankan strategi paid promote biasanya cenderung lebih rendah dibandingkan dengan biaya yang dikeluarkan untuk menjalankan strategi endorse. Karena hal ini dapat dilihat dari upaya yang dilakukan oleh brand maupun influencer itu sendiri. Dalam menjalankan strategi paid promote, akan lebih banyak dilakukan oleh brand, mulai dari pembuatan konten dan juga copywriting. Yang kemudian tugas influencer hanya cukup mem-posting konten tersebut di sosial media mereka.

Berbeda dengan endorse, yang mana dalam menjalankan strateginya lebih banyak dilakukan oleh influencer. Brand hanya mengirimkan produk yang ingin di-endorse serta arahan terkait bagaimana konten tersebut dibuat. Kemudian, tugas influencer adalah untuk menciptakan konten terbaik yang sesuai dengan arahan dari brand serta mampu untuk menarik perhatian audiens agar mereka mengenal produk dari brand tersebut. Untuk biaya endorse ini kembali pada influencer yang mana sesuai dengan biaya yang telah mereka tentukan. Biaya tersebut biasa disebut dengan rate card.

4. Mekanisme Promosi dan Kerja Sama

Perbedaan terakhir antara paid promote vs endorse adalah mengenai mekanisme promosi dan kerja sama. Dalam menjalankan strategi paid promote, brand diharuskan untuk mempersiapkan segala bahan konten seperti materi promosi entah itu foto, video, copywriting ataupun yang lainnya. Yang kemudian influencer hanya bertugas untuk mem-posting bahan promosi tersebut dengan durasi yang telah disepakati sebelumnya dan pada platform yang telah disepakati.

Sedangkan dalam menjalankan strategi endorse, brand akan mengirimkan produknya untuk di-review oleh influencer terlebih dahulu, kemudian memberikan arahan kepada mereka mengenai informasi produk, keinginan promosi mereka, jangkauannya dan lain sebagainya. Setelah itu, brand akan menugaskan influencer untuk membuat konten yang menarik yang mampu menarik perhatian audiens secara lebih luas. Dalam menjalankan strategi endorse, keunggulan yang didapatkan oleh brand adalah materi yang diberikan akan dikembangkan secara lebih luas oleh influencer dan akan dipersembahkan dengan gaya mereka sendiri. Dengan begitu, influencer ini nantinya akan memproduksi konten secara natural dan lebih menerapkan strategi soft selling sehingga para audiens akan merasa bahwa mereka sedang mendengarkan cerita atau pengalaman pribadi dari seorang influencer.

Itulah perbedaan paid promote vs endorse yang perlu diketahui oleh para pelaku bisnis agar dapat dengan mudah dan tepat dalam menentukan strategi promosi yang digunakan. Maka dari itu, penting untuk mempelajari lebih banyak strategi pemasaran dalam menjalankan sebuah bisnis. Mencapai tujuan promosi akan membuat sebuah brand lebih unggul dibandingkan dengan para pesaing. Hal ini dikarenakan para pesaing juga terus menerus melakukan strategi promosi terbaik yang dapat meningkatkan serta mencapai tujuan brand atau perusahaan.

Sebagai pelaku bisnis yang saat ini berkecimpung dalam dunia digital marketing dan perkembangan zaman yang begitu pesat. Maka sudah seharusnya bagi pelaku bisnis untuk mempelajari lebih banyak mengenai strategi pemasaran atau digital marketing yang sedang banyak digunakan oleh para pelaku bisnis lainnya. Hal ini merupakan salah satu langkah agar sebuah brand dapat berkembang dengan lebih pesat. Mempelajari digital marketing yang terus berubah dan berkembang dapat dilakukan dengan mengikuti bootcamp bersama Digibos. Hubungi Digibos melalui contact di bawah ini.

Digibos Digital Marketing

Let us know what your brand needed?

we will get back to you.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *