Instagram bisa menjadi salah satu saluran pemasaran untuk mengenalkan produk, menjangkau calon pelanggan, hingga mendorong penjualan. Namun, memasang iklan saja tidak otomatis membuat bisnis mendapatkan order. Kamu perlu menentukan tujuan yang jelas, menyiapkan materi iklan yang relevan, dan mengatur anggaran sesuai kemampuan bisnis.
Kabar baiknya, kamu tidak harus langsung mengeluarkan budget besar untuk mulai beriklan. Dengan perencanaan yang tepat, kamu bisa menguji materi iklan, mempelajari respons audiens, dan mengevaluasi hasil sebelum memutuskan untuk menambah anggaran.
Lalu, bagaimana cara beriklan di Instagram untuk bisnis dengan lebih terarah? Simak langkah-langkah berikut, mulai dari memilih metode iklan sampai mengevaluasi peluang mendapatkan order.
Table of Contents
Mengenal Instagram Ads dan Pilihan Cara Beriklan

Instagram Ads adalah iklan berbayar yang ditayangkan kepada audiens melalui Instagram. Iklan dapat muncul di berbagai penempatan, seperti Feed, Stories, dan Reels, bergantung pada pengaturan kampanye yang kamu gunakan.
Secara umum, ada dua cara yang bisa kamu pertimbangkan untuk mulai beriklan di Instagram, yaitu mempromosikan konten langsung dari Instagram atau mengelola kampanye melalui Meta Ads Manager. Keduanya berada dalam ekosistem periklanan Meta yang juga mencakup Facebook Ads.
1. Beriklan Lewat Boost Post
Boost Post atau promosi postingan memungkinkan kamu mempromosikan konten yang sudah dipublikasikan agar menjangkau lebih banyak orang. Metode ini bisa menjadi pilihan praktis ketika kamu ingin mempromosikan postingan tertentu tanpa mengatur kampanye yang terlalu kompleks.
Misalnya, kamu memiliki bisnis makanan dan ingin mengenalkan menu baru. Kamu bisa mempertimbangkan untuk mempromosikan konten yang menampilkan menu tersebut kepada audiens yang relevan.
Meski lebih praktis, tetap perhatikan tujuan promosi, audiens, anggaran, dan tindakan yang ingin kamu dorong. Jangkauan yang meningkat belum tentu diikuti kenaikan penjualan.
2. Beriklan Lewat Meta Ads Manager
Meta Ads Manager menyediakan pengaturan kampanye yang lebih terperinci. Kamu bisa memilih tujuan kampanye, mengatur audiens, menentukan penempatan, mengelola anggaran, serta memantau hasil iklan.
Metode ini cocok dipertimbangkan ketika kebutuhan bisnismu mulai lebih spesifik, misalnya ingin mengarahkan calon pelanggan ke situs web, memperoleh prospek, atau mengoptimalkan kampanye berdasarkan tujuan penjualan yang tersedia.
Metode mana yang sebaiknya dipilih? Jika kamu ingin mempromosikan postingan dengan proses sederhana, Boost Post bisa menjadi titik awal. Jika membutuhkan kontrol kampanye yang lebih terperinci, pertimbangkan Meta Ads Manager. Pilihan terbaik tetap bergantung pada tujuan dan kebutuhan bisnismu.
Persiapan Sebelum Memasang Iklan Instagram
Sebelum mulai mengatur iklan, luangkan waktu untuk memastikan beberapa hal mendasar. Persiapan ini membantu kamu menghindari pengeluaran anggaran untuk kampanye yang tujuannya belum jelas.
1. Tentukan Tujuan Iklan
Tentukan terlebih dahulu hasil yang ingin kamu capai. Apakah kamu ingin memperkenalkan produk kepada audiens baru, meningkatkan kunjungan ke situs web, mendapatkan prospek, atau mendorong penjualan?
Tujuan tersebut akan memengaruhi cara kamu mengatur kampanye dan menilai hasilnya. Jika targetmu adalah mendapatkan calon pelanggan melalui WhatsApp, misalnya, kamu perlu memastikan bahwa jalur komunikasi tersebut mudah diakses dan siap digunakan.
Jangan memilih tujuan hanya karena terdengar populer. Pastikan tujuan kampanye sesuai dengan tindakan yang benar-benar kamu butuhkan.
2. Siapkan Materi Iklan dan Penawaran
Materi iklan menjadi salah satu hal yang menentukan bagaimana calon pelanggan memahami produk atau layananmu. Gunakan foto atau video yang jelas, pesan yang mudah dipahami, dan penawaran yang relevan dengan kebutuhan audiens.
Kamu juga perlu memastikan bahwa informasi penting, seperti harga jika dicantumkan, manfaat produk, ketentuan promosi, dan cara pemesanan, tidak membingungkan calon pelanggan.
Untuk iklan Reels, pertimbangkan format video vertikal, audio yang jelas, dan penempatan teks yang tidak tertutup elemen antarmuka. Meta menyediakan panduan resmi iklan Reels yang bisa kamu jadikan referensi untuk menyiapkan materi kreatif.
3. Tentukan Tujuan Akhir Calon Pelanggan
Setelah melihat iklan, calon pelanggan harus tahu apa yang perlu dilakukan berikutnya. Kamu bisa mengarahkan mereka ke WhatsApp, halaman produk, situs web, atau tujuan lain yang sesuai dengan kampanye.
Pastikan jalur tersebut berfungsi dengan baik sebelum iklan ditayangkan. Jika iklan menawarkan produk tertentu tetapi tautannya mengarah ke halaman yang tidak relevan, pengalaman calon pelanggan akan terganggu dan peluang terjadinya transaksi bisa menurun.
Cara Beriklan di Instagram Ads Lewat Meta Ads Manager
Jika kamu ingin mengatur kampanye dengan lebih terperinci, Meta Ads Manager bisa menjadi pilihan. Berikut alur umum yang bisa kamu ikuti. Nama menu dan opsi yang tersedia dapat berubah mengikuti pembaruan Meta serta jenis kampanye yang kamu pilih.
1. Buka Meta Ads Manager dan Buat Kampanye
Masuk ke Meta Ads Manager menggunakan akun yang memiliki akses ke aset bisnis dan akun iklan yang diperlukan. Pastikan akun Instagram yang ingin digunakan sudah tersedia dan terhubung sesuai kebutuhan kampanye.
Setelah itu, mulai membuat kampanye baru. Kamu akan diminta memilih tujuan kampanye berdasarkan hasil yang ingin dicapai, misalnya meningkatkan kesadaran, mendatangkan kunjungan, memperoleh prospek, atau mendorong penjualan.
Pilih tujuan yang paling sesuai dengan kebutuhan bisnismu. Jika ingin mendapatkan order, jangan hanya berfokus pada banyaknya orang yang melihat iklan. Pertimbangkan pula bagaimana kampanye dapat mendorong calon pelanggan mengambil tindakan yang relevan.
2. Atur Audiens Iklan
Selanjutnya, tentukan target audience yang ingin kamu jangkau. Pengaturannya dapat mencakup lokasi, usia, atau karakteristik audiens lain yang tersedia sesuai jenis kampanye.
Sebagai contoh, bisnis laundry yang melayani area tertentu dapat memprioritaskan calon pelanggan di wilayah layanan tersebut. Sementara itu, bisnis yang menjual produk secara online mungkin memiliki cakupan geografis yang lebih luas.
Hindari mempersempit audiens hanya berdasarkan dugaan. Mulailah dari informasi yang memang relevan dengan produk, wilayah layanan, dan calon pelangganmu. Jika tersedia data pelanggan atau hasil kampanye sebelumnya, gunakan data tersebut sebagai bahan evaluasi.
3. Tentukan Penempatan dan Anggaran
Penempatan menentukan di mana iklan berpeluang ditayangkan, misalnya di Feed, Stories, atau Reels. Kamu bisa mempertimbangkan penempatan otomatis yang tersedia atau mengatur penempatan secara manual sesuai kebutuhan kampanye.
Setelah itu, tentukan anggaran dan jadwal iklan. Sesuaikan pengeluaran dengan kemampuan bisnis dan tujuan pengujian yang ingin kamu lakukan.
Jika kamu baru mulai, hindari langsung mengalokasikan dana besar sebelum memahami respons audiens. Tetapkan batas anggaran yang sanggup kamu keluarkan untuk pengujian, lalu evaluasi hasilnya sebelum mengambil keputusan lanjutan.
Anggaran, penempatan, dan jadwal iklan saling berkaitan dalam menentukan bagaimana kampanye berjalan dan dana digunakan. Karena itu, ketiganya perlu dipertimbangkan bersama saat menyusun pengaturan kampanye, sebagaimana dibahas dalam panduan pengelolaan anggaran iklan Meta Blueprint.
4. Buat Materi Iklan dan Tulis CTA yang Jelas
Pada tahap pembuatan iklan, siapkan gambar atau video, teks iklan, serta tombol ajakan bertindak atau call to action (CTA) yang sesuai.
Misalnya, bisnis makanan dapat menggunakan pesan yang menjelaskan menu unggulan dan mengarahkan calon pelanggan untuk melihat pilihan produk atau melakukan pemesanan. Bisnis jasa dapat menonjolkan masalah yang dibantu oleh layanan tersebut, kemudian mengarahkan calon pelanggan untuk berkonsultasi.
Hindari CTA yang terlalu umum jika kamu bisa memberikan arahan yang lebih spesifik. Pastikan pula pesan dalam materi iklan sesuai dengan halaman tujuan atau layanan yang ditawarkan.
5. Periksa dan Terbitkan Iklan
Sebelum menerbitkan kampanye, periksa kembali tujuan, audiens, anggaran, jadwal, materi kreatif, CTA, serta tautan tujuan. Pastikan tidak ada informasi yang keliru dan iklan mengikuti kebijakan periklanan Meta.
Setelah diterbitkan, pantau status peninjauan dan penayangan iklan. Jangan langsung menganggap kampanye berhasil hanya karena iklan sudah aktif. Kamu masih perlu melihat bagaimana audiens merespons dan apakah hasilnya sesuai dengan tujuan awal.
Cara Menentukan Budget Iklan Instagram untuk Bisnis Kecil

Budget iklan tidak harus besar sejak awal. Yang lebih penting adalah menentukan anggaran secara realistis, memahami tujuan pengeluaran, dan mengetahui bagaimana hasilnya akan dievaluasi.
1. Sesuaikan Anggaran dengan Kemampuan Bisnis
Mulailah dengan menentukan dana yang sanggup kamu alokasikan tanpa mengganggu kebutuhan operasional bisnis. Anggaran tersebut sebaiknya diperlakukan sebagai biaya pemasaran yang perlu dievaluasi, bukan uang yang pasti kembali dalam bentuk penjualan.
Tidak ada satu nominal yang otomatis cocok untuk semua bisnis. Kebutuhan anggaran dipengaruhi oleh tujuan kampanye, audiens, persaingan, materi iklan, dan faktor lain yang memengaruhi hasil.
Sebagai contoh, jika kamu memiliki anggaran terbatas, kamu bisa memulai dengan satu kampanye yang tujuannya jelas dan materi iklan yang sudah dipersiapkan dengan baik. Dengan begitu, kamu lebih mudah memahami hasil pengujian daripada langsung membagi dana ke terlalu banyak kampanye.
2. Uji Iklan Sebelum Menambah Anggaran
Ketika iklan mulai berjalan, kumpulkan data yang relevan dengan tujuan kampanye. Perhatikan apakah orang melakukan tindakan yang kamu harapkan, bukan hanya berapa banyak tayangan yang diperoleh.
Jika hasil awal belum sesuai harapan, periksa kemungkinan penyebabnya. Bisa jadi penawaran kurang menarik, materi iklan belum menjelaskan manfaat produk, audiens belum tepat, atau jalur pemesanan terlalu rumit.
Lakukan perubahan berdasarkan temuan yang tersedia. Hindari mengganti terlalu banyak elemen sekaligus jika kamu ingin mengetahui faktor mana yang memengaruhi hasil. Setelah menemukan pendekatan yang lebih menjanjikan, kamu bisa mempertimbangkan penyesuaian anggaran sesuai kemampuan bisnis.
Cara Mengoptimalkan Iklan Instagram agar Berpotensi Mendatangkan Order
Mendapatkan order tidak hanya bergantung pada pengaturan iklan. Penawaran, materi kreatif, pengalaman calon pelanggan, dan proses penjualan juga ikut memengaruhi hasil.
1. Buat Penawaran yang Mudah Dipahami
Calon pelanggan perlu memahami apa yang kamu tawarkan, siapa yang cocok menggunakan produk atau layanan tersebut, dan mengapa mereka perlu mempertimbangkannya.
Hindari materi iklan yang hanya menampilkan produk tanpa menjelaskan nilai yang ditawarkan. Jika kamu menjual produk makanan, misalnya, tampilkan keunggulan yang relevan bagi calon pembeli. Jika menawarkan jasa, jelaskan masalah yang bisa dibantu dan bagaimana calon pelanggan dapat mengetahui lebih lanjut.
Penawaran yang jelas membantu calon pelanggan menilai apakah produk atau layananmu sesuai dengan kebutuhannya.
2. Pastikan Proses Pemesanan Tidak Menyulitkan
Iklan yang menarik bisa kehilangan peluang jika calon pelanggan kesulitan melanjutkan proses pembelian. Karena itu, periksa apakah tautan berfungsi, informasi produk mudah ditemukan, dan proses menghubungi bisnis atau melakukan pemesanan berjalan dengan jelas.
Jika kamu mengarahkan calon pelanggan ke WhatsApp, pastikan pesan dapat ditangani dengan baik. Jika menggunakan situs web, periksa tampilan halaman, informasi produk, dan langkah yang harus dilakukan untuk menyelesaikan transaksi.
Perhatikan pula kecepatan respons tim penjualan. Iklan dapat mendatangkan calon pelanggan, tetapi pengalaman setelah mereka menghubungi bisnis tetap berpengaruh terhadap peluang terjadinya order.
3. Evaluasi Metrik Sesuai Tujuan Kampanye

Jangan menilai performa iklan hanya dari jumlah suka atau tayangan. Metrik yang perlu diperhatikan harus mengikuti tujuan kampanye dan tindakan yang diharapkan dari audiens.
Jika tujuanmu adalah mendapatkan prospek atau penjualan, perhatikan jumlah tindakan yang relevan, biaya per hasil, dan data transaksi yang bisa kamu lacak. Jika kampanye diarahkan untuk meningkatkan kesadaran, metrik jangkauan dan tayangan mungkin lebih relevan.
Untuk membaca respons iklan terhadap tayangan yang diterima, kamu bisa memperhatikan CTR atau Click-Through Rate. Metrik ini membantu melihat seberapa sering orang mengeklik iklan setelah melihatnya, tetapi tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa klik tersebut menghasilkan order.
Jika tujuanmu adalah mendapatkan prospek atau penjualan, perhatikan juga conversion rate untuk mengetahui proporsi tindakan yang menghasilkan konversi dibandingkan dengan total tindakan atau kunjungan yang menjadi dasar pengukuran. Pastikan kamu memahami apa yang dihitung sebagai konversi dan basis pengukurannya sebelum membandingkan hasil.
Perlu diingat, biaya per hasil dari platform iklan belum tentu sama dengan biaya untuk memperoleh pelanggan yang benar-benar membayar. Untuk menilai hasil bisnis, bandingkan data iklan dengan jumlah prospek berkualitas, order, dan pendapatan yang tercatat.
4. Perbaiki Kampanye Berdasarkan Data
Jika iklan belum menghasilkan sesuai harapan, jangan langsung menyimpulkan bahwa Instagram Ads tidak cocok untuk bisnismu. Tinjau kembali materi kreatif, penawaran, audiens, tujuan kampanye, dan proses pemesanan.
Misalnya, jika banyak orang mengeklik iklan tetapi sedikit yang melakukan pemesanan, periksa apakah halaman tujuan atau penawaran sudah sesuai dengan pesan iklan. Jika respons audiens rendah, pertimbangkan untuk mengevaluasi materi kreatif dan relevansi pesan.
Untuk kampanye yang berorientasi pada pendapatan, kamu juga dapat melihat ROAS atau Return on Ad Spend sebagai salah satu cara membandingkan nilai konversi yang dihasilkan dengan biaya iklan. Namun, ROAS bukan laba bersih, sehingga hasilnya tetap perlu dibaca bersama biaya produk, margin, dan pengeluaran bisnis lainnya.
Lakukan perbaikan berdasarkan data yang tersedia, kemudian pantau perubahan hasilnya. Pendekatan ini lebih masuk akal daripada terus menambah anggaran tanpa mengetahui apa yang perlu diperbaiki.
Kesalahan yang Perlu Dihindari Saat Beriklan di Instagram
Ada beberapa kesalahan yang sebaiknya kamu hindari ketika mulai menjalankan Instagram Ads.
- Memasang iklan tanpa tujuan yang jelas. Tentukan tindakan yang ingin dicapai sebelum memilih pengaturan kampanye.
- Menggunakan materi iklan yang kurang relevan. Pastikan konten dan penawaran sesuai dengan kebutuhan audiens yang ingin dijangkau.
- Menghabiskan anggaran tanpa evaluasi. Pantau hasil secara berkala dan gunakan data sebagai dasar untuk mengambil keputusan.
- Mengharapkan order hanya dari banyaknya tayangan. Jangkauan yang besar tidak otomatis menghasilkan transaksi.
- Mengabaikan proses setelah klik. Pastikan calon pelanggan dapat menemukan informasi, menghubungi bisnis, dan melakukan pemesanan dengan mudah.
Dengan menghindari kesalahan tersebut, kamu bisa mengelola kampanye secara lebih terarah dan memahami bagian mana yang perlu ditingkatkan. Untuk menentukan ukuran keberhasilan yang sesuai, kamu juga bisa merujuk panduan tentang indikator keberhasilan kampanye digital marketing. Pilihan metriknya perlu disesuaikan dengan tujuan kampanye, mulai dari awareness hingga penjualan.
FAQ Seputar Cara Beriklan di Instagram
Berapa Budget Minimal untuk Beriklan di Instagram?
Tidak ada satu angka yang bisa dijadikan patokan universal untuk semua bisnis dan jenis kampanye. Anggaran yang dibutuhkan bergantung pada pengaturan iklan, tujuan kampanye, dan kebutuhan bisnismu. Mulailah dari anggaran yang sanggup kamu keluarkan untuk pengujian, kemudian evaluasi hasilnya sebelum menambah pengeluaran.
Lebih Baik Boost Post atau Menggunakan Meta Ads Manager?
Boost Post bisa menjadi pilihan praktis untuk mempromosikan postingan yang sudah ada. Sementara itu, Meta Ads Manager menyediakan pengaturan kampanye yang lebih terperinci. Pilih metode berdasarkan tujuan iklan, kebutuhan pengelolaan, dan tingkat kontrol yang kamu perlukan.
Apakah Beriklan di Instagram Bisa Langsung Mendapatkan Order?
Bisa saja, tetapi tidak ada jaminan bahwa setiap kampanye akan langsung menghasilkan order. Hasil dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk penawaran, materi iklan, audiens, anggaran, dan proses pemesanan. Karena itu, evaluasi performa secara berkala dan gunakan data untuk menentukan perbaikan.
Bagaimana Cara Mengetahui Iklan Instagram Berjalan Efektif?
Tentukan indikator berdasarkan tujuan kampanye. Jika ingin mendapatkan order, perhatikan tindakan yang mengarah ke penjualan, biaya per hasil, jumlah transaksi, dan pendapatan yang dapat dilacak. Jangan hanya mengandalkan tayangan atau jumlah suka untuk menilai keberhasilan iklan.
Beriklan di Instagram dengan Strategi yang Lebih Terarah
Cara beriklan di Instagram untuk bisnis dimulai dari menentukan tujuan, memilih metode yang sesuai, menyiapkan materi kreatif, mengatur audiens dan anggaran, lalu mengevaluasi hasilnya. Jika kamu memiliki budget kecil, fokuslah pada pengujian yang terukur dan hindari mengeluarkan dana lebih besar sebelum memahami respons audiens.
Ingat, iklan bukan satu-satunya faktor yang menentukan order. Penawaran, materi kreatif, jalur pemesanan, dan kemampuan bisnis menangani calon pelanggan juga berperan penting.
Jika kamu ingin mengelola kampanye dengan strategi yang lebih terarah, kamu bisa mempertimbangkan layanan Jasa Iklan Meta Ads dari Digibos. Sementara itu, jika ingin memperdalam pemahaman tentang pemasaran digital dan penerapannya untuk bisnis, kamu bisa melihat program Mini Bootcamp Digital Marketing.
Dengan perencanaan dan evaluasi yang konsisten, kamu dapat menggunakan Instagram Ads sebagai salah satu upaya pemasaran yang lebih terukur, tanpa mengandalkan asumsi bahwa semakin besar anggaran pasti semakin banyak order.

